Realisasi Investasi Triwulan I Tahun 2021 Rp 219,7 Triliun, Kepala BKPM Optimis Target Investasi Tercapai

   
Publikasi / Siaran Pers / April 2021
Jakarta, 26 April 2021 – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) kembali merilis data capaian realisasi investasi pada Triwulan I (periode Januari – Maret) untuk Tahun 2021 sebesar Rp 219,7 triliun, atau meningkat 4,3% jika dibandingkan triwulan I Tahun 2020. Sedangkan jika dibandingkan dengan periode triwulan sebelumnya, meningkat sebesar 2,4%.

Kepala BKPM menyampaikan dalam siaran pers realisasi investasi triwulan I tahun 2021 bahwa capaian realisasi investasi Rp 219,7 triliun berkontribusi sebesar 25.5% terhadap target nasional sebesar Rp900 triliun, beberapa poin penting capaian realisasi investasi Triwulan I adalah (i) realisasi investasi di luar Pulau Jawa meningkat 11,7% dibandingkan dengan tahun 2020 pada periode yang sama, (ii) industri manufaktur mendominasi capaian realisasi investasi yaitu industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya; industri makanan; dan industri kendaraan bermotor dan alat transportasi lain, (iii) Negara Swiss dalam pertama kalinya masuk peringkat ke-5 besar PMA tertinggi sebagai kontributor FDI di Indonesia, Bahlil menambahkan.

Pertumbuhan investasi PMDN pada Triwulan I Tahun 2021 meningkat sebesar 4,2%, dari Rp 103,6 triliun di Triwulan IV Tahun 2020 menjadi Rp 108,0 triliun di Triwulan I Tahun 2021. Investasi PMA pada Triwulan I Tahun 2021 meningkat 14,0% dibanding Triwulan I Tahun 2020 dari Rp 98,0 triliun menjadi Rp 111,7 triliun. Realisasi investasi PMA mencapai 50,8% dari capaian realisasi triwulan I tahun 2021.

”Realisasi investasi asing sebesar 50,8% menunjukkan tumbuhnya kepercayaan dunia atas iklim investasi serta potensi investasi di Indonesia. Hal ini tentu perlu mendapatkan apresiasi atas kerjasama seluruh pihak yang membantu kami dalam mendorong pertumbuhan investasi, terutama di saat pandemi covid-19 masih dirasakan sampai ini.”

Berdasarkan laporan kegiatan penanaman modal PMA terbesar untuk periode Januari-Maret 2021 mencakup sektor Industri Kendaraan Bermotor dan Alat Transportasi Lain; Industri Makanan dan Minuman; Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi; Pertambangan; serta Industri Pembuatan Logam Dasar bukan Besi dengan nilai realisasi investasi sebesar US$ 1,8 milliar.

“Jawa Barat mendapatkan porsi terbesar dari 5 PMA penyumbang utama capaian realisasi periode ini. Yang pertama dari investasi di sektor kendaraan bermotor yang akan memproduksi kendaraan mesin listrik serta pembangunan infrastruktur kereta cepat. Kedua proyek ini akan menjadi salah satu batu loncatan meningkatkan potensi Indonesia di mata dunia. Secara pribadi saya yakin pertumbuhan investasi di wilayah lain akan terus meningkat, salah satunya di Jawa Tengah melalui beberapa proyek prioritas di kawasan industri Batang dengan fasilitas dan infrastruktur yang telah disiapkan Pemerintah. Kami juga saat ini sedang memfasilitasi pembentukan KEK Aspal di Buton sebagai upaya mengurangi ketergantungan aspal impor dan meningkatkan ekonomi daerah”, disampaikan Bahlil Lahadalia.

BKPM juga mencatat, realisasi investasi (PMDN & PMA) berdasarkan lokasi proyek (5 besar) adalah: Jawa Barat (Rp 37,1 triliun, 16,9%); DKI Jakarta (Rp 23,3 triliun, 10,6 %); Jawa Timur (Rp 17,0 triliun, 7,8%); Banten (Rp 14,8 triliun, 6,7%); dan Jawa Tengah (Rp 12,3 triliun, 5,6%).

Pada periode Triwulan I Tahun 2021 realisasi investasi di luar Jawa sebesar Rp 114,4 triliun meningkat 11,7% dari periode yang sama pada tahun 2020 sebesar Rp 102,4 triliun. Sedangkan, realisasi investasi (PMDN & PMA) berdasarkan sektor usaha (5 besar) adalah: Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran (Rp 29,4 triliun, 13,4%), Industri Logam Dasar, Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatannya (Rp 27,9 triliun, 12,7%), Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi (Rp 25,6 triliun, 11,7%), Industri Makanan (Rp 21,8 triliun, 9,9%), dan Listrik, Gas dan Air (Rp 20,2 triliun, 9,2%).

“Untuk PMDN, salah satu investasi terbesar dilakukan atas proyek infrastruktur penyediaan tenaga listrik di Lampung dan Maluku serta investasi pembangunan pelabuhan di Kalimantan Tengah. Investasi ini merupakan kelanjutan dari arahan Bapak Presiden untuk meningkatkan kualitas infrastruktur di luar Pulau Jawa sebagai upaya untuk pemerataan ekonomi.” disampaikan Bahlil Lahadalia.

Lima besar negara asal PMA adalah: Singapura (US$ 2,6 miliar, 34,0%); R.R. Tiongkok (US$ 1,0 miliar, 13,6%); Korea Selatan (US$ 0,9 miliar, 11,1%); Hongkong, RRT (US$ 0,8 miliar, 10,8%); dan Swiss (US$ 0,5 miliar, 6,1%).

“Saat ini kami telah menyelesaikan peraturan pelaksana dari UUCK khususnya terkait dengan penyelenggaraan perizinan berusaha berbasis risiko. Saya menargetkan paling lambat akhir semester pertama tahun 2021 seluruh infrastruktur pelayanan perizinan berusaha dan pengawasan dengan pendekatan risiko dapat berjalan. Saya yakin dengan mulainya rezim perizinan berusaha yang baru serta menjalankan program-program kami sebelumnya serta terus memasarkan potensi investasi di Indonesia melalui jaringan kami diluar negeri, target investasi dapat tercapai.” tutup Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia dalam acara tersebut.

Lampiran Data Realisasi Investasi PMDN-PMA Triwulan I Tahun 2021

Terjadi perlambatan realisasi investasi PMDN pada periode Triwulan I Tahun 2021 jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2020 sebesar 4,2%, yaitu dari nilai realisasi investasi Rp 112,7 triliun menjadi Rp 108,0 triliun.

Realisasi investasi PMA pada periode Triwulan I Tahun 2021 jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2020 mengalami peningkatan sebesar 14,0%, yaitu dari nilai realisasi investasi Rp 98,0 triliun menjadi Rp 111,7 triliun.

Berikut hal penting dari capaian realisasi investasi PMDN dan PMA pada Triwulan I Tahun 2021:

1. Realisasi Investasi PMDN
Lima besar realisasi investasi PMDN berdasarkan sektor usaha adalah: Perumahan, Kawasan Industri, dan Perkantoran (Rp 21,6 triliun); Transportasi, Gudang, dan Telekomunikasi (Rp 13,3 triliun), Listrik, Gas, dan Air (Rp 11,5 triliun); Tanaman Pangan, Perkebunan, dan Peternakan (Rp 9,9 triliun); dan Konstruksi (Rp 9,6 triliun). Apabila seluruh sektor industri digabung, terlihat sektor industri memberikan kontribusi sebesar Rp 23,0 triliun atau 21,3% dari total PMDN.
Berdasarkan lokasi proyek, 5 besar realisasi investasi PMDN adalah: Jawa Barat (Rp 16,0 triliun); Jawa Timur (Rp. 10,0 triliun); DKI Jakarta (Rp. 8,7 triliun); Jawa Tengah (Rp 8,4 triliun); dan Banten (Rp 7,0 triliun).

2. Realisasi Investasi PMA
Lima besar realisasi investasi PMA berdasarkan sektor usaha adalah: Industri Logam Dasar, Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatannya (US$ 1,7 miliar); Industri Makanan (US$ 1,0 miliar); Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi (US$ 0,8 miliar); Listrik, Gas, dan Air (US$ 0,6 miliar); dan Industri Kendaraan Bermotor dan Alat Transportasi Lain (US$ 0,6 miliar). Apabila seluruh sektor industri digabung, maka terlihat sektor industri memberikan kontribusi terbesar yakni sebesar US$ 4,5 miliar atau 58,5% dari total PMA.
Jika ditinjau berdasarkan lokasi proyek, 5 besar realisasi investasi PMA adalah: Jawa Barat (US$ 1,4 miliar); DKI Jakarta (US$ 1,0 miliar); Sulawesi Tengah (US$ 0,6 miliar); Riau (US$ 0,6 miliar); dan Sulawesi Tenggara (US$ 0,5 miliar).
Realisasi investasi PMA berdasarkan asal negara (5 besar) adalah: Singapura (US$ 2,6 miliar); R.R. Tiongkok (US$ 1,0 miliar); Korea Selatan (US$ 0,9 miliar); Hongkong, RRT (US$ 0,8 miliar); dan Swiss (US$ 0,5 miliar).

3. Sebaran Lokasi Proyek
Pada Triwulan I Tahun 2021, realisasi investasi di Pulau Jawa sebesar Rp 105,3 triliun dan realisasi investasi di luar Pulau Jawa sebesar Rp 114,4 triliun. Apabila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2020, terjadi perlambatan investasi di Jawa sebesar 2,7% dan peningkatan investasi di Luar Jawa sebesar 11,7%.

4. Penyerapan Tenaga Kerja Indonesia
Realisasi penyerapan tenaga kerja Indonesia pada Triwulan I Tahun 2021 mencapai 311.793 orang yang berasal dari proyek PMDN sebanyak 165.630 orang dan proyek PMA sebanyak 146.163 orang.

5. Realisasi investasi berdasarkan Wilayah pada periode Januari sampai dengan Maret tahun 2021 adalah:
a. Wilayah Sumatera dengan realisasi investasi sebesar Rp 52,4 triliun (23,8%), terdiri dari PMDN sebesar Rp 31,6 triliun dan PMA sebesar US$ 1,4 miliar.
b. Wilayah Jawa dengan realisasi investasi sebesar Rp 105,3 triliun (47,9%), terdiri dari PMDN sebesar Rp 50,8 triliun dan PMA sebesar US$ 3,7 miliar.
c. Wilayah Kalimantan dengan realisasi investasi sebesar Rp 13,6 triliun (6,2%), terdiri dari PMDN sebesar Rp 10,0 triliun dan PMA sebesar US$ 0,2 miliar
d. Wilayah Sulawesi dengan realisasi investasi sebesar Rp 27,3 triliun (12,4%) terdiri dari PMDN sebesar Rp 8,8 triliun dan PMA sebesar US$ 1,3 miliar.
e. Wilayah Bali dan Nusa Tenggara dengan realisasi investasi sebesar Rp 7,6 triliun (3,5%), terdiri dari PMDN sebesar Rp 5,2 triliun dan PMA sebesar US$ 0,2 miliar.
f. Wilayah Maluku dan Papua dengan realisasi investasi sebesar Rp 13,5 triliun (6,2%), terdiri dari PMDN sebesar Rp 1,7 triliun dan PMA sebesar US$ 0,8 miliar.