Realisasi Investasi Triwulan III Tahun 2020 Meningkat

   
Publikasi / Siaran Pers / Oktober 2020
Jakarta, 23 Oktober 2020 – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mempublikasikan data realisasi investasi sepanjang periode Juli – September (Triwulan III) Tahun 2020 yang mencapai Rp 209,0 triliun serta data realisasi investasi secara kumulatif sepanjang periode Januari – September Tahun 2020 yang mencapai Rp 611,6 triliun.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa kebiasaan normal baru yang telah diterapkan dalam dunia kerja dan penanganan COVID-19 oleh pemerintah dalam kurun waktu 7 bulan telah mampu mengembalikan kepercayaan investor untuk melakukan kegiatan investasi secara bertahap pada triwulan ketiga. Total investasi Triwulan III tumbuh 8,9% dibandingkan dengan Triwulan II tahun 2020. Hal ini sesuai dengan Berita Resmi Statistik BPS yang dirilis 15 Oktober 2020 bahwa kenaikan nilai impor barang modal yang meningkat 19,01% (US$ 2,13 miliar) dan impor bahan baku meningkat 7,23% (US$ 8,32 miliar) pada bulan September 2020 dibandingkan bulan Agustus 2020.

“Saya optimis dengan telah disahkahnnya RUU cipta kerja target realisasi investasi tahun 2020 sebesar Rp 817,2 triliun akan tercapai” tegas Bahlil.

Realisasi investasi selama Triwulan III tahun 2020 mencapai Rp 209,0 triliun atau meningkat 8,9% dari Triwulan II tahun 2020 (Rp 191,9 triliun) dan juga mengalami kenaikan sebesar 1,6% dibandingkan periode yang sama tahun 2019 (Rp 205,7 triliun). Berdasarkan capaian investasi tersebut, realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 102,9 triliun atau 49,2% dari total capaian, sedangkan realisasi dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 106,1 triliun atau 50,8 % dari total capaian. Penyerapan tenaga kerja Indonesia pada triwulan III ini sebanyak 295.387 orang. Apabila di akumulasi capaian investasi pada periode Januari - September ini menyumbang 74,8% terhadap target tahun 2020 serta berhasil menyerap tenaga kerja Indonesia sebanyak 861.581 orang.

Total realisasi investasi PMA PMDN pada periode Triwulan III Tahun 2020 ini, pemberi kontribusi terbesar berdasarkan sektor sebesar Rp 32,1 T (15,3%) yaitu sektor Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi dan berdasarkan lokasi proyek Provinsi Jawa Barat mencatatkan realisasi terbesar yaitu Rp 28,4 T (13,6%).

“Saya melihat tren investasi PMA di triwulan III tahun 2020 telah meningkat khususnya pada sektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin, dan peralatanya sebesar US$ 1,6 miliar (21,6%). Ini merupakan sinyal positif bahwa investor asing mulai yakin terhadap kebijakan yang telah dilakukan oleh pemerintah Indonesia.” “Saya sudah meminta seluruh pegawai BKPM melakukan berbagai upaya fasilitasi permasalahan/kendala yang dihadapi investor dengan pendekatan “out of the box”. “ Ujar Bahlil.

Pada periode Triwulan III Tahun 2020 realisasi PMA adalah sebesar Rp 106,1 triliun atau 50,8% dari total capaian realisasi investasi sebesar Rp 209,0 triliun, Dimasa Pandemi Covid 19 ini PMA masih memiliki kemampuan menyerap tenaga kerja Indonesia sebanyak 142.930 orang. Selanjutnya, untuk sektor penyumbang realisasi PMA terbesar berasal dari sektor Industri Logam Dasar, Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatannya sebesar Rp. 23,5 triliun atau (22,1%), dan untuk lokasi proyek dengan realisasi investasi terbesar berada di Jawa Barat Rp. 18,3 triliun atau (17,2%). Negara penyumbang terbesar realisasi investasi PMA adalah Singapura dengan nilai investasi Rp. 35,9 triliun atau (33,8%).

Apabila dilihat dari persebarannya Triwulan III Tahun 2020, persentase realisasi investasi di luar Pulau Jawa lebih besar dari Pulau Jawa yaitu sebesar Rp. 110,4 triliun (52,8%), sedangkan di Pulau Jawa sebesar Rp. 98,6 triliun (47,2%), hal ini sudah sesuai pembangunan infrastruktur diluar Pulau Jawa yang menjadi prioritas Presiden Jokowi pada periode pertama pemerintahannya saat ini mulai dapat dilihat hasilnya, investor mulai melirik luar Pulau Jawa sebagai tujuan investasi mereka.

Secara kumulatif sepanjang periode Januari – September tahun 2020, kinerja realisasi investasi Indonesia tercatat mencapai Rp 611,6 triliun, terdiri atas PMA sebesar Rp 301,7 triliun dan PMDN sebesar Rp 309,9 triliun. Kinerja tersebut berhasil menyerap 861.581 orang tenaga kerja Indonesia.

Lebih lanjut dijabarkan dari kinerja realisasi investasi periode Januari - September 2020 tersebut, terlihat bahwa PMDN masih memberikan kontribusi yang lebih besar yaitu Rp 309,9 triliun atau 50,7% dari total realisasi, dengan kemampuan penyerapan tenaga kerja Indonesia sebanyak 448.934 orang. Adapun, untuk sektor penyumbang terbesar PMDN berasal dari sektor Transportasi, Gudang, dan Telekomunikasi (23,6%) dan lokasi proyek dengan realisasi investasi terbesar berada di Jawa Timur (15,3%).

Sementara pada periode yang sama, realisasi investasi PMA memberikan kontribusi sebesar Rp 301,7 triliun atau 49,3% dari total realisasi dengan kemampuan penyerapan tenaga kerja Indonesia sebanyak 412.647 orang. Selanjutnya, untuk sektor penyumbang terbesar PMA berasal dari sektor Industri Logam Dasar, Barang Logam, Bukan Mesin, dan Peralatannya (21,4%) dan lokasi proyek dengan realisasi investasi terbesar berada di Jawa Barat (16,9%). Sedangkan untuk negara asal investasi terbesar yaitu dari Singapura (34,2%).

Apabila dilihat dari persebarannya, kontribusi realisasi investasi terbesar berasal dari Pulau Jawa sebesar Rp 307,5 triliun atau 50,3% dari total realisasi sedangkan realisasi investasi dari luar Pulau Jawa sebesar Rp 304,1 triliun atau 49,7% dari total capaian realisasi.

Terjadi peningkatan realisasi investasi PMDN pada periode Triwulan III Tahun 2020 jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2019 sebesar 2,2%, yaitu dari Rp 100,7 triliun menjadi Rp 102,9 Triliun.

Realisasi investasi PMA pada periode Triwulan III Tahun 2020 meningkat 1,0% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2019 yaitu dari Rp 105,0 Triliun menjadi Rp 106,1 triliun.

Berikut hal penting dari capaian realisasi investasi PMDN dan PMA pada Triwulan III Tahun 2020:

1. Realisasi Investasi PMDN
Lima besar realisasi investasi PMDN berdasarkan sektor usaha adalah: Konstruksi (Rp 23,0 triliun); Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi (Rp 17,7 triliun); Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran (Rp 12,6 triliun); Listrik, Gas, dan Air (Rp 11,2 triliun); dan Industri Kimia dan Farmasi (Rp 7,5 triliun). Apabila seluruh sektor industri digabung maka sektor ini memberikan kontribusi sebesar Rp 19,5 triliun atau 18,9% dari total PMDN. Sedangkan, lima besar realisasi investasi PMDN berdasarkan lokasi proyek adalah: Banten (Rp 12,3 triliun); Riau (Rp 12,0 triliun); Jawa Barat (Rp 10,1 triliun); Kalimantan Timur (Rp 9,1 triliun); dan Jawa Timur (Rp 9,0 triliun).

2. Realisasi Investasi PMA
Realisasi investasi PMA berdasarkan sektor usaha (5 besar) adalah: Industri Logam Dasar, Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatannya (US$ 1,6 miliar); Transportasi, Gudang, dan Telekomunikasi (US$ 1,0 miliar); Listrik, Gas, dan Air (US$ 0,9 miliar); Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran (US$ 0,6 miliar); dan Industri Kimia dan Farmasi (US$ 0,6 miliar). Apabila seluruh sektor industri digabung maka sektor ini memberikan kontribusi sebesar US$ 3,7 miliar atau 49,7% dari total PMA. Realisasi investasi PMA berdasarkan lokasi proyek (5 besar) adalah: Jawa Barat (US$ 1,3 miliar); Daerah Khusus Ibukota Jakarta (US$ 0,9 miliar); Maluku Utara (US$ 0,8 miliar); Banten (US$ 0,6 miliar); dan Kepulauan Riau (US$ 0,5 miliar). Realisasi investasi PMA berdasarkan asal negara (5 besar) adalah: Singapura (US$ 2,5 miliar); R.R. Tiongkok (US$ 1,1 miliar); Jepang (US$ 0,9 miliar); Hongkong, RRT (US$ 0,7 miliar); dan Belanda (US$ 0,5 miliar).

3. Sebaran Lokasi Proyek
Pada Triwulan III Tahun 2020, realisasi investasi di Pulau Jawa sebesar Rp 98,6 triliun dan realisasi investasi di luar Pulau Jawa sebesar Rp 110,4 triliun. Apabila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2019, terjadi perlambatan investasi di Jawa sebesar 12,0%, sedangkan investasi di Luar Jawa mengalami percepatan sebesar 17,9%.

4. Penyerapan Tenaga Kerja Indonesia
Realisasi penyerapan tenaga kerja Indonesia pada Triwulan III Tahun 2020 mencapai 295.387 orang yang terdiri dari proyek PMDN sebanyak 152.457 orang dan proyek PMA sebanyak 142.930 orang.

Kumulatif Realisasi Investasi Periode Januari – September 2020

1. Realisasi Investasi PMDN
Lima besar realisasi investasi PMDN berdasarkan sektor usaha adalah: Transportasi, Gudang, dan Telekomunikasi (Rp 73,1 triliun); Konstruksi (Rp 48,9 triliun); Perumahan, Kawasan Industri, dan Perkantoran (Rp 29,3 triliun); Listrik, Gas, dan Air (Rp 26,2 triliun); serta Tanaman Pangan, Perkebunan, dan Peternakan (Rp 24,7 triliun). Apabila seluruh sektor industri digabung maka terlihat sektor ini memberikan konstribusi sebesar Rp 62,3 triliun atau 20,1% dari total PMDN. Lima besar realisasi investasi PMDN berdasarkan lokasi proyek adalah: Jawa Timur (Rp 47,4 triliun); Jawa Barat (Rp 35,4 triliun); DKI Jakarta (Rp 33,7 triliun); Riau (Rp 26,9 triliun); dan Jawa Tengah (Rp 22,8 triliun).

2. Realisasi Investasi PMA
Lima besar realisasi investasi PMA berdasarkan sektor usaha adalah: Industri Logam Dasar, Barang Logam, Bukan Mesin, dan Peralatannya (US$ 4,5 miliar); Listrik, Gas, dan Air (US$ 3,2 miliar); Transportasi, Gudang, dan Telekomunikasi (US$ 2,4 miliar); Perumahan, Kawasan Industri, dan Perkantoran (US$ 1,7 miliar); serta Industri Kimia dan Farmasi (US$ 1,5 miliar). Apabila seluruh sektor industri digabung maka terlihat sektor ini memberikan konstribusi sebesar US$ 9,7 miliar atau 46,3% dari total PMA. Lima besar realisasi investasi PMA berdasarkan lokasi proyek adalah: Jawa Barat (US$ 3,5 miliar), DKI Jakarta (US$ 2,7 miliar); Maluku Utara (US$ 1,8 miliar); Banten (US$ 1,4); dan Jawa Timur (US$ 1,3 miliar). Lima besar realisasi investasi PMA berdasarkan asal negara adalah: Singapura (US$ 7,2 miliar), R.R Tiongkok (US$ 3,5 miliar); Hongkong, RRT (US$ 2,5 miliar); Jepang (US$ 2,1 miliar); dan Korea Selatan (US$ 1,1 miliar).

3. Sebaran Lokasi Proyek
Pada periode Januari – September 2020, realisasi investasi di Pulau Jawa sebesar Rp 307,5 triliun dan realisasi investasi di luar Pulau Jawa sebesar Rp 304,1 triliun. Apabila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2019, terjadi perlambatan investasi di Jawa sebesar 6,9% dan terjadi peningkatan investasi di Luar Jawa sebesar 12,2%.

4. Penyerapan Tenaga Kerja Indonesia
Realisasi penyerapan tenaga kerja Indonesia (TKI) pada Januari – September Tahun 2020 mencapai 861.581 orang yang terdiri dari TKI pada proyek PMDN sebanyak 448.934 orang (52,1%) dan pada proyek PMA sebanyak 412.647 orang (47,9%)

5. Realisasi investasi berdasarkan Wilayah pada periode Januari sampai dengan September tahun 2020 adalah:
a. Wilayah Sumatera dengan realisasi investasi sebesar Rp 144,2 triliun (23,6%), terdiri dari PMDN sebesar Rp 82,5 triliun dan PMA sebesar US$ 4,3 miliar.
b. Wilayah Jawa dengan realisasi investasi sebesar Rp 307,5 triliun (50,3%), terdiri dari PMDN sebesar Rp 164,0 triliun dan PMA sebesar US$ 10,0 miliar.
c. Wilayah Kalimantan dengan realisasi investasi sebesar Rp 51,9 triliun (8,5%), terdiri dari PMDN sebesar Rp 33,1 triliun dan PMA sebesar US$ 1,3 miliar.
d. Wilayah Sulawesi dengan realisasi investasi sebesar Rp 53,3 triliun (8,7%), terdiri dari PMDN sebesar Rp 16,4 triliun dan PMA sebesar US$ 2,6 miliar.
e. Wilayah Bali dan Nusa Tenggara dengan realisasi investasi sebesar Rp 20,1 triliun (3,3%), terdiri dari PMDN sebesar Rp 11,9 triliun dan PMA US$ 0,7 miliar.
f. Wilayah Maluku dan Papua dengan realisasi investasi Rp 34,6 triliun (5,7%), terdiri dari PMDN sebesar Rp 1,9 triliun dan PMA sebesar US$ 2,3 miliar.