BKPM Perluas Layanan KLIK di 15 Kawasan Industri

   

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) terus melakukan langkah aktif mendorong percepatan pelaksanaan berusaha di Indonesia. Salah satunya dilakukan dengan memperluas implementasi Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi (KLIK) di 15 Kawasan Industri.


Kepala BKPM, Thomas Lembong menyampaikan, penambahan 15 kawasan industri jadi bagian dari KLIK menambah daftar kawasan industri yang dapat dimanfaatkan investor. Terutama, mereka yang ingin melakukan percepatan konstruksi investasinya.

“Tambahan 15 KI sebagai lokasi implementasi KLIK dengan total lahan industri tersedia seluas 1.459,85 hektare yang berlokasi di delapan provinsi dan 12 kabupaten/kota,” kata Thomas dalam Peluncuran Implementasi KLIK di Hotel Alana Yogyakarta, Senin (12/3).

Ia menuturkan, untuk payung hukum peluncuran itu ditetapkan melalui penerbitan Keputusan Kepala BKPM Nomor 41 Tahun 2018 tentang Perubahan Kedua SK Kepala BKPM Nomor 24 Tahun 2016 tentang Penetapan Kawasan Industri Tertentu untuk Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi.

“Total hingga saat ini menjadi 47 kawasan industri yang telah ditetapkan sebagai lokasi implementasi KLIK dengan total lahan tersedia seluas 14.996,85 hektare,” ujar Thomas.

Kawasan-kawasan industri itu berlokasi di 12 provinsi dan 25 kabupaten/kota. Mulai Sumatra Utara, Sumatra Barat, Kepulauan Riau, Jawa Barat, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan.

Sedangkan, 25 kabupaten/kota seperti Kendal, Semarang, Demak, Gresik, Tuban, Sidoarjo, Bantaeng, Makassar, Tangerang, Serang, Cilegon, Bekasi, Purwakarta, Sumedang, Karawang, Bogor, Deli Serdang, Batam, Bintan, Dumai, Siak, Balikpapan, Padang Pariaman dan Bantul.

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartanto, mengapresiasi seluruh pihak baik gubernur, bupati dan wali kota yang telah hadir dan sukseskan implementasi KLIK tersebut. Terlebih, menghadapi revolusi industri 4.0 yang sudah ada di depan mata.

“Perkembangan sektor industri yang semakin strategis dengan tantangan industri modern 4.0 membutuhkan langkah aktif pemerintah untuk menyediakan lokasi bagi industri-industri yang berorientasi ekspor, high tech dan lifestyle,” kata Airlangga.

Sumber: Republika.co.id