The site for direct investors

IIPC SEOUL, KR

News & Event


Jakarta, March 30, 2016
Perusahaan Farmasi Korea Selatan Siap Investasi Rp1,23 T

Kepala BKPM Franky Sibarani mengatakan pembangunan pusat riset dan pengembangan di bidang bioteknologi akan meningkatkan kemampuan Indonesia mengembangkan berbagai jenis bahan baku obat yang dibutuhkan oleh masyarakat. Sekaligus juga sebagai transfer of knowledge bagi industri farmasi di Indonesia.

Ia menyatakan investasi di bahan baku obat tersebut akan memiliki dampak yang positif tidak hanya terhadap bertambahnya ketersediaan obat, namun juga terhadap neraca perdagangan Indonesia karena mengurangi impor dan berpotensi untuk diekspor.

“Rencana investasi tersebut bernilai strategis karena bahan baku obat juga merupakan produk substitusi impor. Ini akan mengurangi ketergantungan impor bahan baku obat yang selama ini dilakukan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (29/3).

Menurut Franky, saat ini Indonesia masih sangat tergantung dengan impor bahan baku obat dari China, India dan eropa. Ia menambahkan bahwa bidang usaha bahan baku obat merupakan salah satu bidang usaha prioritas penanaman modal yang dipromosikan ke beberapa negara, termasuk Korea Selatan.

“Kebetulan investor Korea Selatan termasuk yang cukup serius untuk menindaklanjuti pemasaran yang dilakukan,” lanjutnya.

Pejabat Promosi Investasi kantor perwakilan BKPM di Korea Selatan Imam Soejoedi menyampaikan bahwa rencana investasi ini sudah mencapai tahap finalisasi untuk investasi di Indonesia. Rencana pemerintah membuka 100 persen bidang usaha industri bahan baku obat, juga menjadi salah satu kunci percepatan rencana investasi tersebut.

Ia menyatakan rencana investasi ini akan memberikan nilai lebih yang besar bagi perekonomian Indonesia, dengan jumlah populasi Indonesia sudah diatas 250 juta jiwa, maka kebutuhan akan produk-produk farmasi akan terus meningkat kedepan.

“Untuk itu, kami akan terus mengawal rencana investasi ini agar dapat segera direalisasikan,” jelasnya.

BKPM mencatat, investasi yang masuk dari Korea Selatan tahun lalu mencapai US$1,2 miliar, tumbuh sebesar 7,6 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. Sejak 2010-2015, nilai investasi yang masuk dari Korea Selatan mencapai angka US$8 miliar. Dalam periode tersebut sektor yang masuk didominasi oleh sektor industri logam mencapai 45 persen.

Sumber: CNNIndonesia.com