Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) Sydney

 

News & Event


Bandung, April 06, 2016
Investor Pembibitan Sapi Diminati

Ketua Koperasi Peternak Bandung Selatan (KPBS) Jawa Barat (Jabar) Aun Gunawan mengatakan saat ini populasi sapi perah di kawasan itu masih stagnan akibat penjagalan pada periode 2011—2013.

Dia menyebutkan saat ini populasi sapi perah di KPBS saja hanya mencapai 17.000 ekor. Padahal, idealnya di atas 20.000 ekor.

Dia mengaku, untuk menambah populasi sapi perah dengan cepat maka diperlukan keterlibatan investor asing. “Investor asing itu bisa menambah populasi sapi perah karena memiliki modal yang tinggi,” ujarnya kepada Bisnis, Senin (4/4).

Peternak sulit menambah populasi akibat keterbatasan modal membeli bibit sapi perah. Untuk satu ekor bibit sapi perah bisa Rp25 juta.
“Memang saat ini ada perusahaan swasta yang melakukan investasi di KPBS dari 2009 lalu yang saat ini sapi perahnya mencapai 2.500 ekor. Akan tetapi, jumlah ini belum cukup untuk mengganti populasi akibat penjagalan,” ujarnya.

Pihaknya mengaku saat ini sudah mendengar informasi apabila investor asal Selandia Baru tertarik menanamkan modalnya di Indonesia.

Adanya ketertarikan tersebut, ujar dia, bisa memiliki peluang besar bagi peternak dalam negeri menambah populasi sapi perah.

“Pemerintah perlu mendatangkan investor itu untuk berkunjung, agar modalnya bisa diberikan,” ujarnya yang juga menjabat Ketua Bidang Usaha dan Pelayanan Gabungan Koperasi Indonesia (GKSI) Jabar.

Dia menambahkan, saat ini produksi susu sapi di KPBS hanya mencapai 120 ton/hari. Kondisi ini sama seperti tahun lalu. “Tidak ada peningkatan, karena populasi sapi juga
masih stagnan.”

Menurutnya, saat ini peternak lebih memilih menjual sapi perah yang tua untuk dijagai karena sudah tidak produktif lagi memproduksi susu.

Setiap bulan sapi perah tua yang dijual mencapai 50 ekor. “Kendati sedikit kami masih kesulitan menggantinya sebagai upaya regenerasi bibit akibat berebut dengan wilayah lain seperti Jateng dan Jatim,” ujarnya.

Oleh karena itu, apabila investor asing masuk maka populasi sapi perah bisa terjamin bahkan mengalami peningkatan signifikan.

Sementara itu, Pemprov Jabar terus menggenjot pembibitan sapi perah lewat intensifikasi kawin alam.

Sistem tersebut merupakan sistem pengawinan sapi yang dilakukan secara alamiah, mendatangkan sapi jantan khusus untuk menghindari sapi proses pengawinan sedarah (;inbreeding) akibat minimnya jumlah pejantan.

Sumber: Bisnis Indonesia