Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) Sydney

 

News & Event


Serang, March 29, 2016
Investor Australia Minati Banten

Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Banten Babar Suharso di Serang, Senin (28/3), mengatakan, investasi diarahkan di Bojonegara yang memiliki keunggulan dekat dengan Jalan Tol Tangerang-Merak, jalur kereta api, dan laut cukup dalam. ”Ada lahan dengan luas sekitar 500 hektar yang dapat digunakan. Mudah-mudahan kajian dan kepastian hukum selesai tahun 2016,” kata Babar.

Pembangunan pelabuhan tersebut diharapkan dapat dimulai tahun 2017. Meski demikian, kata Babar, nilai investasi pelabuhan tersebut belum diketahui.

Australia dikenal sebagai penghasil sapi. Namun, pengiriman ternak itu sering bermasalah. ’’Masa tunggu di Pelabuhan Tanjung Priok lama. Padahal, sapi
yang dikirim masih hidup. Sapi jadi stres dan bobotnya berkurang, bahkan tak berkembang biak,” katanya.

Permasalahan itu dikeluhkan pelaku usaha penggemukan sapi (feedloter) sehingga pembangunan pelabuhan khusus ternak dipertimbangkan sebagai solusi. ’’Investor Australia selain menanamkan modal, ingin menjadi operator pelabuhan. Kami juga berharap, ada transfer teknologi,” katanya.

Babar mengatakan, kuota sapi impor untuk Banten sekitar 126.000 ekor per tahun. Sementara jumlah yang diajukan feedloter sekitar 228.000 ekor. Jika pelabuhan khusus ternak sudah beroperasi, jumlah yang dapat dipasok ke Banten diperkirakan 378.000 ekor.

Kemarin, Gubernur Banten Rano Karno bertemu beberapa investor Australia di Jakarta. Para investor itu tergabung dalam Australia Indonesia Business Co-uncil (AIBC). ”Misi AIBC adalah menanamkan modal di Indonesia. Anggota-anggota AIBC dihimpun Pemerintah Australia,” ujar Babar.

Menjadi fokus
Menurut Babar, pembangunan pelabuhan tetap melibatkan Pemerintah Australia dan Indonesia. Pada 2016, Banten menjadi fokus investor Australia. Rencana investasi itu berawal ketika Rano hadir pada Indonesia Fair and Business Summit di Canberra, Australia, November 2015.

”Kami bertemu pengusaha peternakan sapi, pelabuhan, dan pengekspor. Investor Australia yang menunjukkan minat adalah pengusaha pelabuhan,” katanya. Mereka siap menanamkan modal karena lembaga pembiayaan Australia menilai, penanaman modal di Banten layak dilakukan.

Babar mengatakan, pelabuhan menjadi potensi investasi pembuka. Banten, misalnya, memerlukan galangan untuk membuat
dan merawat kapal. ”Komoditas Banten juga berpeluang untuk dikirim ke Australia, seperti lobster, kakap, dan kerapu yang selama ini masih dipasok dari Vietnam,” katanya.

Menurut Babar, nilai investasi Australia di Indonesia masih kecil. Dia tak dapat menyebutkan nilai itu. Namun, sebagai gambaran, nilai investasi Australia menempati peringkat ke-11 atau masih kalah dibandingkan Jepang, Taiwan, Korea Selatan, Hongkong, dan Tiongkok.

Wakil Ketua Dewan Riset Daerah (DRD) Banten Dodi Nandika menilai pembangunan pelabuhan khusus ternak di Kabupaten Serang tepat. ’’Lahan di kabupaten itu yang bisa digunakan masih amat luas. Akses berupa tol dan rel kereta sudah tersedia,” katanya.

Jika penampungan, penggemukan, dan karantina ternak dibutuhkan, pembangunan fasilitas-fasilitas itu masih memungkinkan. Posisi Banten pun strategis karena hanya berjarak sekitar 70 kilometer dari Jakarta dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam.

’’Ternak tidak terlalu menderita kalau dipindahkan. Sangat wajar jika Banten punya pelabuhan khusus ternak. Dari sisi ekonomi cukup layak,” ujarnya.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Banten Mulyadi Jayabaya pun mendukung pembangunan pelabuhan khusus ternak di Banten. ’’Kalau benar untuk kepentingan dunia usaha dan masyarakat, itu bagus. Kami mohon, pengusaha di Banten tidak menjadi penonton,” katanya.

Karena itu, masyarakat harus dilibatkan sesuai kemampuan mereka. Pelabuhan khusus ternak menimbulkan efek berantai. Jika penggemukan dibangun di sekitar pelabuhan, warga sekitar bisa menyuplai pakan. Pelatihan untuk tenaga kerja yang sesuai kebutuhan investor Australia juga perlu diadakan.

“Masyarakat Banten tidak menolak investasi, tetapi mereka jangan jadi penonton saja. Pem-prov Banten harus menjembatani investor dengan masyarakat,” katanya.

Ketua Forum Peduli Banten Ilarri Zaini mengatakan, kemampuan masyarakat Banten harus ditingkatkan agar mereka bisa terserap sebagai tenaga kerja.

Sumber: Kompas