Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) Sydney

 

News & Event


Manado, March 30, 2016
15 Investor Australia Incar Investasi Pariwisata Sulut

Pimpinan delegasi AIBC Debnath Guharoy melakukan kunjungan kerja ke Kantor Gubernur Sulut atas fasilitasi BKPM dan Kementerian Pariwisata. Guharoy mengatakan tujuan kedatang untuk melihat langsung keseluruhan potensi yang ada di Sulut, terutama sektor pariwisata.

“Untuk maksud melihat potensi tersebut, mereka telah membuat perencanaan. Apakah bisa sesuai dengan keinginan pemerintah daerah, agar banyak turis yang datang kesini, bahkan melebihi dari bali,” tuturnya, Selasa (29/3/2016) malam.

Dia menambahkan dengan kondisi taman laut yang ada di Sulut, masalah sampah memerlukan pengelolaan tersendiri. Untuk itu, pihaknya siap mendukung dengan perencanaan pembangunan sektor pariwisata di Bumi Nyiur Melambai.

“Kami juga akan mengajak pengusaha Indonesia yang bekerja sama dengan Australia. Dalam kelompok kami, ada banyak pengusaha yang bisa membangun infrastruktur pariwisata dan penanganan sampah,” tambahnya.

Sayangnya, tidak disebutkan proyeksi nilai investasi yang datang dari calon investor asal Negeri Kanguru tersebut. Gubernur Sulut Olly Dondokambey mengatakan keberadaan sektor pariwisata menjadi penggerak ekonomi yang utama di Sulut.

“Pemprov sedang menyusun dua peraturan daerah terkait zonasi pesisir pantai, serta pengajuan Taman Nasional Bunaken ditetapkan menjadi otorita. Itu bentuk fokus kami mendorong sektor pariwisata,” ujarnya.

Olly mengungkapkan salah satu kesiapan daerah mendorong sektor pariwisata adalah dibebaskannya Bandara Internasional Sam Ratulangi dari visa bagi pengunjung mancanegara.

Dalam capaian realisasi tahun lalu, sektor Industri mendominasi sebesar 26,33%, diikuti oleh perikanan (18,29%), perkebunan dan pertanian (14,76/5), pertambangan (13,51%), kesehatan (9,38%), serta Jasa (8,28%). Sementara itu, sektor pariwisata belum memberikan kontribusi yang signifikan.

Sebelumnya, Kepala kantor Imigrasi Manado Montano Rengkung mengatakan beleid terkait bebas visa di Bandara Sam Ratulangi sudah diterbitkan pemerintah pusat. “Kepres Nomor 21 Tahun 2016 yang ditandatangani langsung Presiden Joko Widodo telah ditandatangani pada 2 Maret 2016 lalu,” ujarnya.

Sembari menunggu Peraturan Menkumham, menurutnya, Ditjen Imigrasi pada 19 Maret 2016 telah menerbitkan surat sebagai petunjuk pelaksanaannya. Untuk itu secara efektif mulai 22 Maret 2016 lalu mulai diberlakukannya bebas visa kunjungan melalui bandara tersebut.

Sumber: Bisnis.com