Investasi Langsung Kontruksi



“Kemudahan Layanan Investasi Langsung Konstruksi (KLIK)” adalah paket reformasi ketiga yang diluncurkan oleh BKPM sejak pemerintahan Joko Widodo. Fasilitas ini tersedia di 32 kawasan industri di Indonesia. Sebelum fasilitas ini, pemerintah meluncurkan 2 (dua) paket reformasi, yaitu Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Pusat di BKPM (26 Januari 2016) dan Layanan Izin Investasi 3 Jam (11 Januari 2016).

Investor di kawasan industri yang dipilih dapat langsung memulai proyek konstruksi mereka sebelum memperoleh izin konstruksi. Secara paralel, investor mengajukan Izin Mendirikan Bangunan (IMB), izin lingkungan dan izin terkait lainnya, yang harus diselesaikan sebelum perusahaan berproduksi secara komersial.

Persyaratan:

  • Tidak ada jumlah minimal investasi ataupun pekerja.
  • Tersedia untuk kawasan industri yang dipilih.
  • Izin konstruksi dapat diperoleh secara paralel dengan proses konstruksi.

Berdasarkan Surat Keputusan Kepala BKPM No. 24 Tahun 2016, pemerintah telah menetapkan 14 kawasan industri meliputi 10.022 ha tanah dari total 17.154 ha, terletak di 6 (enam) provinsi dan 9 (sembilan) daerah/kota yang dapat memberikan fasilitas prioritas tersebut, antara lain:

  1. Kawasan Industri Kendal (700 ha)
  2. Kawasan Industri Bukit Semarang Baru (40 ha)
  3. Kawasan Industri Wijayakusuma (100 ha)
  4. Kawasan Industri dan Pelabuhan terintegrasi Java (1.761 ha)
  5. Kawasan Industri Bantaeng (3.000 ha)
  6. Kawasan Industri Modern Cikande (1.800 ha)
  7. Kawasan Industri terintegrasi Wilmar (800 ha)
  8. Kawasan Industri Krakatau Cilegon (570 ha)
  9. Kawasan Industri Bekasi Fajar (300 ha)
  10. Kawasan Industri Delta Silicon 8 (158 ha)
  11. Kota Industri Karawang Internasional (293 ha)
  12. Kota Industri Suryacipta (300 ha)
  13. Kawasan Industri GT Tech Park (100 ha)
  14. Kawasan Industri Medan (100 ha)

Pemerintah melakukan perluasan implementasi KLIK di 18 kawasan industri, yang berlokasi di 7 provinsi dan 10 kabupaten/kota, antara lain:

  1. Kawasan Industri Batamindo Industrial Park (46,6 ha)
  2. Kawasan Industri Bintang Industrial Park II (20 ha)
  3. Kawasan Industri Kabil Integrated Industrial Park (21,7 ha)
  4. Kawasan Industri Bintan Inti Industrial Estate Lobam (229,6 ha)
  5. Kawasan Industri West Point Maritime Industrial Park (102,5 ha)
  6. Kawasan Berikat Nusantara/KBN (118,64 ha)
  7. Kawasan Industri Jakarta Industrial Estate Pulogadung/JEP (10,4 ha)
  8. Kawasan Industri Greenland International Industrial Center/GIIC (400 ha)
  9. Kawasan Industri Jababeka Cikarang (45 ha)
  10. Kawasan Industri Marunda Center Industrial Estate (300 ha)
  11. Kawasan Industri Kota Bukit Indah Industrial City (510 ha)
  12. Kawasan Industri Indotaisei Kota Bukit Indah (300 ha)
  13. Kawasan Industri Artha Industrial Hill (315,1 ha)
  14. Kawasan Industri Jatengland Industrial Park Sayung/JIPS (285,75 ha)
  15. Kawasan Industri Maspion (151 ha)
  16. Kawasan Industri Tuban (190 ha)
  17. Kawasan Industri Dumai (198,9 ha)
  18. Kawasan Industri Kariangau (133,8 ha)