Institutional Site
Investment Site

Jokowi Ingin Indonesia Jadi Negara Ekonomi Digital


Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, Indonesia memiliki potensi mengembangkan ekonomi digital. Jokowi yakin Indonesia mampu menjadi negara ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara.

“Saya melihat kita punya potensi besar untuk mengembangkan ekonomi digital dan memiliki potensi pasar ekonomi digital yang cukup besar dengan jumlah penduduk 25o juta, di mana 94,3 juta di antaranya adalah pengguna internet,” kata Jokowi ketika memimpin rapat kabinet terbatas (ratas) membahas ekonomi digital, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (27/9). Jumlah penjualan melalui e-commerce pada 201.4 sudah menembus angka 2,6 miliar dolar AS. Jokowi mengatakan, keberadaan e-commerce di-harapkan dapat membantu 56 juta pelaku UMKM di Indonesia agar semakin maju. “Bandingkan de-ngan Cina, pengguna e-commerce telah mencapai 30 persen dan menyumbang PDB sebesar 20 persen,” kata Jokowi. Karena itu, Jokowi menginginkan adanya percepatan implementasi pengembangan ekonomi digital.

Jokowi menyebutkan, ketika menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 di Cina, negara-negara besar mulai menggaungkan revolusi industri baru dengan basis ekonomi digital. Hampir semua negara berbicara mengenai ekonomi digital. Menurut Jokowi, potensi pasar yang sangat besar itu tidak boleh ditinggal begitu saja, dan ia yakin potensi ini bisa menjadi fondasi bagi Indonesia untuk menjadi ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. “Untuk itu, saya minta percepatan implementasi karena, kalau tidak kita kejar, akan tertinggal dari negara-negara di sekitar kita,” katanya. Sebagai langkah awal, kata Jokowi, Indonesia harus membangun sistem keterkaitan logistik dunia dengan produk-produk yang ada di kampung-kampung atau desa di Indonesia. Jokowi juga meminta adanya fasilitas yang diberikan kepada pelaku pe-mula ekonomi digital termasuk permodalan agar usahanya tumbuh dengan berkelanjutan. “Lakukan deregulasi besar-besaran untuk dukung perkembangan industri e-commerce,” ujar Jokowi. Menurut dia, perlu ada pelatihan untuk mening-katkan kapasitas bagi pelaku pemula sehingga mampu bersaing. Jokowi meminta adanya perluasan jang-kauan telekomunikasi yang dibutuhkan pelaku e-commerce.

Jokowi mencontohkan, sewaktu mengunjungi Alibaba, mereka terlihat betul-betul merajai dunia karena kepemilikan logistik platform yang betul-betul mereka kuasai. “Itulah yang juga harus dimilild Indonesia platform yang nantinya bisa milik Indonesia,” kata Jokowi. Ia menyebutkan, sejumlah pelaku ekonomi digital di Indonesia sudah dibeli pihak asing, seperti OLX. “Ke depan, kita harus punya yang asli kita sendiri,” kata Jokowi berharap. Jokowi meminta perlunya perhatian khusus kepada pelaku ekonomi digital pemula. Menurut dia, diperlukan proteksi bagi pemula sehingga bisa memasarkan produk desa atau kampung yang ada di Indonesia dan bisa koneksikan antardaerah yang tersebar

Sumber: Republika