Sumatera Barat


Ibu Kota Propinsi : Padang.

Batas Wilayah :

* Timur: Provinsi Riau.

* Barat: Samudera Indonesia.

* Utara: Provinsi Sumatera Utara.

* Selatan: Provinsi Jambi.

Letak Geografis : 0o 54’ Lintang Utara dan 3o 30’ Lintang Selatan dan antara 98o 36’ - 101o 53’ Bujur Timur.

Luas Wilayah : 42,2 ribu km2.

Populasi : 4.957.719 jiwa (2012), 5.066.476 jiwa (2013).

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) : Rp43,92 triliun (2012), Rp46,64 triliun (2013).

PDRB per Kapita : Rp22,03 juta (2012), Rp25,09 juta (2013)*

Ekspor : US$2,21 miliar (2013), US$2,1 miliar (2014)**

Impor : US$1,03 miliar (2013), US$1,03 miliar (2014)**


*) Katalog PDRB Kabupaten/Kota di Indonesia 2009 – 2013, Badan Pusat Statistik. Tidak termasuk minyak bumi dan gas.

**) Katalog Statistik Ekspor-Impor Sumatera Barat 2014, BPS Provinsi Sumatera Barat.

Infrastruktur :

Bandara Kepulauan Mentawai, Bandara Minangkabau International, Bandara Pasaman Barat, Bandara Rokot.

Jalan Raya: Jalan Negara (1.212,89 km), jalan Provinsi (1.153,94 km) dan jalan Kabupaten/kota (20.294,45 km).*

Pelabuhan Air Bangis, Pelabuhan Bake, Pelabuhan Khusus PT. Tambang Batubara Teluk Bayur (Dermaga Teluk Bayur), Pelabuhan Muara Siberut, Pelabuhan Sikakap, Pelabuhan Siuban, Pelabuhan Teluk Bayur, Pelabuhan Tua Pejat.

Kawasan Industri: Padang Industrial Park.

Transportasi Darat: N/A.

Transportasi Kota: N/A.

Jaringan Komunikasi (Serat Optik & Akses Data) :

Pengembangan serat optik dalam mendukung program percepatan dan perluasan pembangunan Indonesia salah satunya dilakukan melalui pelaksanaan Indonesia Digital Network (IDN). Untuk mendukung proyek tersebut pemerintah mengembangkan proyek Palapa Ring. Palapa Ring merupakan proyek jangka panjang yang bertujuan menghubungkan jaringan komunikasi nasional melalui kabel serat optik, baik lautan maupun daratan, di seluruh kepulauan di Indonesia. Pembangunan jaringan serat optik nasional ini akan menjangkau 440 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia dengan total panjang kabel laut mencapai 36.000 kilometer, dan kabel di daratan adalah sejauh 22.000 kilometer. Wilayah cincin (ring) yang menjadi obyek sasaran Palapa Ring adalah Ring Sumatera sepanjang 6.891 km, Ring Jawa 8.178 km, Ring Kalimantan 4.293 km, Ring Sulawesi dan Maluku Utara 5.422 km, Ring Bali-Nusa 1.490 km, dan Maluku-Papua 25 km. Selain itu, Pelabuhan Padang menjadi salah satu dari 18 broadband port yang tengah dibangun oleh pemerintah. Penyediakan infrastruktur broadband dan layanan Infrastructure and Communication Technology (ICT) di kawasan pelabuhan merupakan pondasi menuju digital modern seaport di Indonesia. Pembangunan pita lebar di kawasan ini sejalan pula dengan program pemerintah untuk mewujudkan Indonesia menjadi poros maritim dunia. Adapun 18 pelabuhan yang akan digelar Broadband Ports antara lain, Pelabuhan Banda Aceh, Pangkal Pinang, Kuala Tanjung, Dumai, Panjang, Cilacap, Banjarmasin, Pontianak, Palangkaraya, Maloy, Lombok, Kupang, Bitung, Ambon, Halmahera, Jayapura, dan Pelabuhan Merauke sebagai bagian dari program Maritime Logistic.**

Kelistrikan :

Total kebutuhan listrik di seluruh wilayah Sumatera adalah 8,7 GW dan pengadaan listrik sebesar 1,1 GW akan dikelola oleh PLN. Sementara sisanya, 7,6 GW akan ditangani melalui Independent Power Producer (IPP). Pemenuhan kebutuhan listrik nasional ini merupakan bagian dari rencana pengembangan dan pembangunan infrastruktur di bidang energi listrik melalui pengadaan pembangkit listrik sebesar 35 GW selama lima tahun ke depan (2015-2019). Investasi pada bidang ini tentu sangat menguntungkan mengingat biaya tenaga kerja yang kompetitif di Asia, kemitraan yang sukses antara investor dengan PLN lima tahun terakhir dan adanya dukungan Pemerintah Indonesia melalui Daftar Investasi Negara tahun 2014. Selain itu Indonesia juga didukung oleh berlimpahnya pasokan batubara, energi matahari, tenaga air dan sumber daya panas bumi.

Upah Minimum Regional : Rp1,35 juta (2013) , Rp1,49 juta (2014).

Jumlah Pencari Kerja : 78.057 jiwa (2013).


*) Peluang Investasi 19 Provinsi, BKPM.

**) https://id.wikipedia.org dan http://www.telkom.co.id.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memberikan dukungan yang luas bagi tumbuhnya investasi. Salah satu bentuk nyata dari dukungan tersebut adalah dibentuknya layanan terpadu dalam konsultasi, pendampingan di lapangan dan penerbitan ijin penanaman modal (untuk saat ini penanaman modal dalam negeri) sebagai bentuk insentif non fiskal yang sangat dibutuhkan oleh investor. Alamat dan nomor telepon kantor pelayanan terpadu tersebut adalah sebagai berikut:


Badan Kordinasi Penanaman Modal Provinsi Sumatera Barat

Jl. Setia Budi No. 15, Padang, Sumatera Barat

Telp. 0751 – 811341, 811343

Faks. 0751 – 811342

Website: http://bkpmp.sumbarprov.go.id

Kantor Gubernur Provinsi Sumatera Barat

Jl. Jend. Sudirman No. 51, Padang – Indonesia

Telp: 0751 – 31549

Faks: 0751 – 34671, 31220

Website: http://www.sumbarprov.go.id/

Pertanian : Jagung, kedelai, kentang, nanas, pisang, ubi jalar, dan ubi kayu.

Perkebunan : Kelapa sawit, kakao, karet, tebu, kopi, kelapa, aren, cengkeh, gambir, kapuk, kayu manis, kemiri, lada, nilam, pala, pinang, teh, tembakau, vanili.

Peternakan : Sapi, babi, domba, kambing, kerbau, dan kuda.

Jasa : Wisata alam, wisata budaya.

Perikanan : Perikanan tangkap, budidaya jaring apung, budidaya keramba, budidaya kolam, budidaya laut, budidaya sawah, budidaya tambak.