Sulawesi Tenggara


sulawesi tenggara

Ibu Kota Propinsi : Kendari.

Batas Wilayah :

Timur: Provinsi Maluku (Laut Banda).

Barat: Provinsi Sulawesi Selatan (Teluk Bone).

Utara: Provinsi Sulawesi Selatan dan Provinsi Sulawesi Tengah.

Selatan: Provinsi Nusa Tenggara Timur (Laut Flores).

Letak Geografis : 02o45 -06o15 Lintang Selatan dan 120o45 -124o45 Bujur Timur.

Luas Wilayah : 148.140 km2 (74,25% perairan, 25,75% daratan dan pulau-pulau kecil).

Populasi : 2.360.611 jiwa (2013).

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) : Rp1,6 triliun (2012), Rp1,7 triliun (2013).

PDRB per Kapita : Rp15,6 juta (2012), Rp17 juta (2013).*

Ekspor : US$975,89 juta (2013), US$326,38 juta (2014).**

Impor : US$497,88 juta (2013), US$578,66 juta (2014).**

*) Katalog PDRB Kabupaten/Kota di Indonesia 2009 – 2013, Badan Pusat Statistik. Tidak termasuk minyak bumi dan gas.

**) Katalog Ekspor dan Impor Sulawesi Tenggara 2014, BPS Provinsi Sultra.

Infrastruktur :

Bandara Udara: Bandara Beto Ambari, Bandara Buton Utara/Lantagi, Bandara Haluoleo, Bandara Matahora dan Bandara Sugimanuru.

Jalan Raya: Jalan Negara (1.397,05 km), jalan Provinsi (906,09 km) dan jalan Kabupaten/Kota (8.117,77 km).

Pelabuhan: Pelabuhan Bau-bau, Pelabuhan Kendari, Pelabuhan Khusus PT Antam UBPN Operasi Pomalaa, Pelabuhan Kolaka, Pelabuhan Langgara, dan Pelabuhan Nusantara Raha.

Kawasan Industri: N/A.

Transportasi Darat: N/A.

Transportasi Kota: N/A.

Jaringan Komunikasi (Serat Optik & Akses Data):

Pembangunan infrastruktur sistem jaringan tulang punggung pita lebar (broadband) serat optik Sulawesi Maluku Papua Cable System (SMPCS) dengan panjang infrastruktur mencapai 8.772 kilometer diharapkan dapat menggantikan layanan satelit yang selama ini digunakan pada model telekomunikasi suara dan data di kawasan timur Indonesia, dan mempercepat pertumbuhan layanan komunikasi yang dapat menunjang peningkatan pertumbuhan perekonomian di kawasan tersebut.*

Kelistrikan

Canangan pemerintah untuk membangun sumber energi listrik sebesar 35 GW disambut Provinsi Sulawesi Tenggara melalui pembangunan pembangkit listrik sebesar 100 MW. Pembangunan sumber energi listrik ini akan dihasilkan dari dua pembangkit, masing-masing berkapasitas 50 MW. Dengan tambahan daya listrik mencapai 100 MW, Sultra diharapkan dapat mencapai kelebihan energi listrik sebanyak 80 MW yang akan mampu memenuhi kebutuhan listrik rumah tangga secara memadai. Selama ini, Sulawesi Tenggara mengalami kekurangan energi listrik mencapai 12 MW dari kebutuhan konsumsi listrik masyarakat.**

Upah Minimum Regional : Rp1.125.207 (2013), Rp1,4 juta (2014).

Jumlah Pencari Kerja : 7.697 orang (2013).

*) Dari berbagai sumber.

**) http://energitoday.com

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara memberikan dukungan yang luas bagi tumbuhnya investasi. Salah satu bentuk nyata dari dukungan tersebut adalah dibentuknya layanan terpadu dalam konsultasi, pendampingan di lapangan dan penerbitan ijin penanaman modal (untuk saat ini penanaman modal dalam negeri) sebagai bentuk insentif non fiskal yang sangat dibutuhkan oleh investor. Alamat dan nomor telepon kantor pelayanan terpadu tersebut adalah sebagai berikut:

Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Sulawesi Tenggara

Jl. Mayjend S. Parman No.2, Kendari, Sulawesi Tenggara

Telp. +62401 3126053, 3129411

Faks. +62401 31216182

Kantor Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara

Kompleks Bumi Pradja Anduonouhu, Kendari, Sulawesi Tenggara 93232

Telp. +62401 391609

Faks. +62401 391614

Website: www.sulawesitenggaraprov.go.id

Pertanian : Jagung, kedelai, kentang, nanas, pisang, ubi jalar dan ubi kayu.

Perkebunan : Kelapa sawit, kakao, kopi, kelapa, aren, cengkeh, jambu mete, kapuk, kemiri, lada, nilam, pala, pinang, sagu dan vanili.

Perikanan : Perikanan tangkap, budidaya keramba, budidaya kolam, budidaya laut dan budidaya tambak.

Peternakan : Sapi, babi, domba, kambing, kerbau dan kuda

Jasa : Wisata alam dan wisata budaya.