Sulawesi Selatan


sulawesi selatan

Ibu Kota Propinsi : Makassar.

Batas Wilayah :

Timur: Teluk Bone dan Provinsi Sulawesi Tenggara.

Barat: Selat Makassar.

Utara: Provinsi Sulawesi Barat.

Selatan: Laut Flores.

Letak Geografis : 116o48 122o36 Bujur Timur dan 0o12 -8o Lintang Selatan.

Luas Wilayah : 46.083,94 km2.

Populasi : 8.342.047 jiwa (2013).

Produk Domestik

Regional Bruto

(PDRB) : Rp59,72 triliun (2012), Rp64,28 triliun (2013).

PDRB per Kapita : Rp19,35 juta (2012), Rp22,12 juta (2013).*

Ekspor : US$1,57 miliar (2013), US$1,75 miliar (2014).**

Impor : US$1,36 miliar (2013), US$836,22 juta (2014).**

*) Katalog PDRB Kabupaten/Kota di Indonesia 2009 – 2013, Badan Pusat Statistik. Tidak termasuk minyak bumi dan gas.

**) Katalog Statistik Ekspor Impor Sulawesi Selatan 2013-2014, BPS Provinsi Sulsel.

Infrastruktur :

Bandara Udara: Bandara Andi Jemma, Bandara Bone, Bandara BUA (Lagaligo), Bandara H. Aroeppala Selayar, Bandara Pongtiku, Bandara Rampi, Bandara Seko, dan Bandara Sultan Hasanuddin.

Jalan Raya: Jalan Negara adalah (1,556 km), jalan Provinsi (1.147,51 km) dan jalan Kabupaten/Kota (29,616 km).

Pelabuhan: 51 pelabuhan, antara lain Pelabuhan Appatana, Pelabuhan Bajoe, Pelabuhan Barerebo, Pelabuhan Batang Mata, Pelabuhan Belopa, Pelabuhan Biropa, Pelabuhan Bone Lohe, Pelabuhan Bonerate, Pelabuhan Bulukumba, Pelabuhan Cappasalo, Pelabuhan Cenrana, Pelabuhan Danggai, Pelabuhan Jeneponto, Pelabuhan Labuange, Pelabuhan Lambangkeke Kajang, Pelabuhan Lampia, Pelabuhan Lapangkong, Pelabuhan Lappe’e, Pelabuhan Larea-rea, Pelabuhan Larompong, dsb.

Kawasan Industri: Kawasan Industri Makassar.

Transportasi Darat: N/A

Transportasi Kota: N/A

Jaringan Komunikasi (Serat Optik & Akses Data)

Sulawesi Selatan merupakan salah satu dari delapan provinsi yang terjangkau dalam pembangunan infrastruktur sistem jaringan tulang punggung pita lebar (broadband) serat optik Sulawesi Maluku Papua Cable System (SMPCS) yang telah diinisiasi pemerintah. Dengan panjang infrastruktur mencapai 8.772 kilometer, SMPCS diharapkan dapat menggantikan layanan satelit yang selama ini digunakan pada model telekomunikasi suara dan data di Maluku dan Papua, dan dapat memperkecil perbedaan layanan telekomunikasi seperti yang didapatkan di Pulau Jawa.*


Kelistrikan

Penyediaan listrik di Provinsi Sulawesi Selatan—bersama-sama dengan Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat—disuplai oleh 12 sistem kelistrikan yang terletak di berbagai kabupaten. Ke-12 sistem kelistrikan ini menyuplai daya hingga 906,5 MW dengan beban puncak 658,41 MW, sehingga tersedia cadangan sebesar 122,2 MW, yang mencermikan kelistrikan relatif kuat dan stabil. Setelah diresmikannya penggunaan PLTU dengan kapasitas 250 MW di Kabupaten Jeneponto, akan dibangun lagi PLTU dengan kapasitas 250 MW dengan investasi mencapai Rp3 triliun. Saat ini, pembangunan PLTU ketiga dengan kapasitas 250 MW sampai pada titik 1.000 MW hampir selesai sehingga dengan bertambahnya pasokan listrik di Sulawesi Selatan, tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi kegiatan industri.**


Upah Minimum Regional : Rp1,44 juta (2013), Rp1,8 juta (2014).

Jumlah Pencari Kerja : 107.695 orang (2014).**



*) Dari berbagai sumber.

**) http://bkpmd.sulselprov.go.id

***) Badan Pusat Statistik.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memberikan dukungan yang luas bagi tumbuhnya investasi. Salah satu bentuk nyata dari dukungan tersebut adalah dibentuknya layanan terpadu dalam konsultasi, pendampingan di lapangan dan penerbitan ijin penanaman modal (untuk saat ini penanaman modal dalam negeri) sebagai bentuk insentif non fiskal yang sangat dibutuhkan oleh

investor. Alamat dan nomor telepon kantor pelayanan terpadu tersebut adalah sebagai berikut:

Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Provinsi Sulawesi Selatan

Jl. Bougenvile No.5 Makassar 90222

Telp. +62411 440151

Faks. +62411 450561

CP: Chaidir

Website: http://bkpmd.sulselprov.go.id

Kantor Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan

Jl. Urip Sumohardjo 269,

Makassar 90245

Telp/Faks. +62411 449979

Website: www.sulselprov.go.id

Pertanian : Jagung, kedelai, kentang, nanas, pisang, ubi jalar dan ubi kayu.

Perkebunan : Kelapa sawit, kakao, karet, tebu, kopi, kelapa, cengkeh, jambu mete, kapuk, kemiri, lada, nilam, pala, pinang, sagu, tembakau dan vanili.

Perikanan : Perikanan tangkap, budidaya jaring apung, budidaya keramba, budidaya kolam, budidaya laut, budidaya sawah dan budidaya tambak.

Peternakan : Sapi, babi,domba, kambing, kerbau dan kuda.

Jasa : Wisata alam dan wisata budaya.