Papua


Ibu Kota Propinsi : Jayapura.

Batas Wilayah :

Timur: Negara Papua New Guiniea.

Barat: Provinsi Papua Barat.

Utara: Samudera Pasifik.

Selatan: Laut Arafura.

Letak Geografis : 2025 90 Lintang Selatan dan 1300 -1410 Bujur Timur.

Luas Wilayah : 316.553,07 km2 atau 16,70 persen dari luas Indonesia.

Populasi : 3.032.488 jiwa (2013), 3.144.581 jiwa (2012).

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) : Rp21,44 triliun (2012), Rp24,62 triliun (2013).

PDRB per Kapita : Rp26,03 juta (2012), Rp30,71 juta (2013)*.

Ekspor : US$2,73 miliar (2013), US$1,53 miliar (2014)**

Impor : US$506,4 juta (2013), US$1,01 miliar (2014)**


*) Katalog PDRB Kabupaten/Kota di Indonesia 2009 – 2013, Badan Pusat Statistik. Tidak termasuk minyak bumi dan gas.

**) Katalog Statistik Ekspor-Impor Papua 2014, BPS Provinsi Papua.

Infrastruktur :

Bandara Udara: Bandara Aboge, Bandara Aboy, Bandara Aboyaga, Bandara Agimuga, Bandara Apalapsili, Bandara Bade, Bandara Batom, Bandara Beoga, Bandara Bilogai, Bandara Bime, Bandara Bokondini, Bandara Bomakia, Bandara Botawa, Bandara Dabra, Bandara Enarotali, Bandara Ewer, Bandara Frans Kaisiepo, Bandara Ilaga, Bandara Illu, Bandara Kamur, Bandara Karubaga, Bandara Kenyam, Bandara Kepi, Bandara Kimaam, Bandara Kobakma, Bandara Kokonao, Bandara Mapanduma, Bandara Mararena, Bandara Mindiptana, Bandara Moanamani, Bandara Mopah, Bandara Mozes Kilangin Timika, Bandara Mulia, Bandara Nabire (Douw Aturure), Bandara Numfor /Kameri, Bandara Obano, Bandara Okaba, Bandara Oksibil, Bandara Potowai, Bandara Senggo, Bandara Sentani, Bandara Seradala, Bandara Sudjarwo Tjondronegoro Serui, Bandara Tanah Merah, Bandara Tiom, Bandara Waghete, Bandara Wamena, Bandara Waris Baru/Towe Hitam, dan Bandara Yaniruma.

Jalan Raya: Jalan Negara (2.111,44 km), jalan Provinsi (4.748,31 km) dan jalan Kabupaten/Kota (1.921,27 km).

Pelabuhan: Pelabuhan Amamapare, Pelabuhan Biak, Pelabuhan Jayapura, Pelabuhan Merauke, Pelabuhan Nabire, Pelabuhan Sarmi, Pelabuhan Seriji, dan Pelabuhan Teba.

Kawasan Industri: Merauke Integrated Food and Energy (MIFE) di wilayah Merauke.

Transportasi Darat: NA

Transportasi Kota: NA

Jaringan Komunikasi (Serat Optik & Akses Data)

Sistem jaringan tulang punggung pita lebar serat optik Sulawesi Maluku Papua Cable System (SMPCS) saat ini tengah dikembangkan oleh pemerintah. SMPCS merupakan pembangunan jaringan serat optik yang menjangkau 8 propinsi dan 34 kabupaten di Kawasan Timur Indonesia, yang meliputi Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat dan Papua dengan panjang total 8.722 kilometer. Pengembangan SMPCS diharapkan akan memudahkan pengendalian e-budgeting, e-purchasing,dan cash management system untuk keuangan di seluruh tanah air dan apabila program digabungkan dengan pengembangan infrastuktur maka diharapkan distribusi logistik akan jauh lebih merata dan membuat harga-harga semakin jauh lebih murah dan terjangkau bagi masyarakat di Indonesia Timur, khususnya wilayah Papua. Tulang punggung serat optik juga memungkinkan seluruh masyarakat dapat terhubung dengan layanan internet tanpa kecuali. Pemerataan akses komunikasi dan informasi di kawasan Indonesia Timur pada akhirnya akan mempercepat pembangunan dan pemerataan ekonomi serta meningkatkan daya saing nasional dalam menyambut terbentuknya kawasan Masyarakat Ekonomi Asean.*

Kelistrikan

Dalam rangka menjawab kebutuhan listrik nasional, pemerintah mencanangkan pembangunan dan pengembangan infrastruktur di bidang energi listrik melalui pengadaan pembangkit listrik sebesar 35 GW selama lima tahun ke depan (2015-2019). Total kebutuhan listrik di seluruh wilayah Papua adalah 0,34 GW dan pengadaan listrik sebesar 0,22 GW akan ditangani oleh pihak PLN. Adapun sisanya, 0,22 GW akan ditangani melalui Independent Power Producer (IPP). Investasi pada bidang ini tentu sangat menguntungkan mengingat biaya tenaga kerja yang kompetitif di Asia, kemitraan yang sukses antara investor dengan PLN lima tahun terakhir dan adanya dukungan Pemerintah Indonesia melalui Daftar Investasi Negara tahun 2014. Selain itu Indonesia juga didukung oleh berlimpahnya pasokan batubara, energi matahari, tenaga air dan sumber daya panas bumi.

Upah Minimum Regional : Rp1,9 juta (2014), Rp2,19 juta (2015).

Jumlah Pencari Kerja : 25.776 jiwa (2013).**


*) http://setkab.go.id.

**) Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

Pemerintah Provinsi Papua memberikan dukungan yang luas bagi tumbuhnya investasi. Salah satu bentuk nyata dari dukungan tersebut adalah dibentuknya layanan terpadu dalam konsultasi, pendampingan di lapangan dan penerbitan ijin penanaman modal (untuk saat ini penanaman modal dalam negeri) sebagai bentuk insentif non fiskal yang sangat dibutuhkan oleh investor. Alamat dan nomor telepon kantor pelayanan terpadu tersebut adalah sebagai berikut:


Badan Perizinan Terpadu Dan Penanaman Modal Provinsi Papua

Jl. Dr. Sam Ratulangi No. 32 Jayapura 99112

Tel: 0967-533600, 531332

Fax: 0967-536943

Kantor Gubernur Provinsi Papua

Jl. Soa Siu Dok, Jayapura

Telp. 0967-537523

Faks. 0967-531847, 53

Website: http://www.papua.go.id

Pertanian : Jagung, kedelai, kentang, nanas, pisang, ubi jalar, dan ubi kayu.

Perkebunan : Kelapa Sawit, Karet, kakao, Kopi, Kelapa, Jambu Mete, jarak, Pinang dan sagu.

Peternakan : Sapi, babi, domba, kambing, kerbau, dan kuda.

Perikanan : Perikanan Tangkap, Budidaya Keramba, Budidaya Kolam, Budidaya Laut, dan Budidaya Tambak.

Jasa : Wisata alam, wisata budaya.