Maluku


Ibu Kota Propinsi : Ambon.

Batas Wilayah :

Timur: Pulau Irian/Provinsi Papua.

Barat: Pulau Sulawesi/Laut Sulawesi.

Utara: Laut Seram.

Selatan: Laut Indonesia dan Laut Arafura.

Letak Geografis : 2o 30’-9o Lintang Selatan dan 124o-136o Bujur Timur.

Luas Wilayah : 581.376 km2.

Populasi : 1.581.278 jiwa (2012), 1.608.786 (2013).

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) : Rp4,86 triliun (2012), Rp5,11 triliun (2013).

PDRB per Kapita : Rp7,15 juta (2012), Rp8,11 juta (2013).*

Ekspor : Rp3,6 triliun (2013), Rp3,34 triliun (2014).**

Impor : Rp4,02 triliun (2013), Rp4,68 triliun (2014).**


*) Katalog PDRB Kabupaten/Kota di Indonesia 2009 – 2013, Badan Pusat Statistik. Tidak termasuk minyak bumi dan gas.

**) Katalog PDRB Provinsi Maluku Menurut Pengeluaran 2014, BPS Provinsi Maluku. Angka 2013 sementara, angka 2014 sangat sementara.

Infrastruktur :

Bandara: Bandara Amahi, Bandara Bandanaira, Bandara Bula, Bandara Dobo, Bandara Dumatubun, Bandara Liwur Bunga, Bandara Matilda Batlayeri, Bandara Moa, Bandara Namlea/Namniwel, Bandara Namrole, Bandara Pattimura dan Bandara Wahai.

Jalan: Jalan Negara (1.297,4 km) dan jalan Provinsi (1.066,65 km).

Pelabuhan: Pelabuhan Air Buaya/Teluk Bara, Namilea, Pelabuhan Amahai, Pelabuhan Ambon, Pelabuhan Banda naira, Pelabuhan Dobo, Pelabuhan Khusus Waisari, Pelabuhan Leksula, Pelabuhan Namlea, Pelabuhan Saumlaki, Pelabuhan Tual,Pelabuhan Tulehu, Pelabuhan Wahai, dan Pelabuhan Waisarisa.

Kawasan Industri: Jaya Maluku Agung.

Transportasi Darat: N/A.

Transportasi Kota: N/A.

Jaringan Komunikasi (Serat Optik & Akses Data)

Sistem jaringan tulang punggung pita lebar serat optik Sulawesi Maluku Papua Cable System (SMPCS) saat ini tengah dikembangkan oleh pemerintah. SMPCS merupakan pembangunan jaringan serat optik yang menjangkau 8 propinsi dan 34 kabupaten di Kawasan Timur Indonesia, yang meliputi Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat dan Papua dengan panjang total 8.722 kilometer. Pengembangan SMPCS diharapkan akan memudahkan pengendalian e-budgeting, e-purchasing,dan cash management system untuk keuangan di seluruh tanah air dan apabila program digabungkan dengan pengembangan infrastuktur maka diharapkan distribusi logistik akan jauh lebih merata dan membuat harga-harga semakin jauh lebih murah dan terjangkau bagi masyarakat di Indonesia Timur, khususnya wilayah Papua. Tulang punggung serat optik juga memungkinkan seluruh masyarakat dapat terhubung dengan layanan internet tanpa kecuali. Pemerataan akses komunikasi dan informasi di kawasan Indonesia Timur pada akhirnya akan mempercepat pembangunan dan pemerataan ekonomi serta meningkatkan daya saing nasional dalam menyambut terbentuknya kawasan Masyarakat Ekonomi Asean.*

Kelistrikan

Dalam rangka menjawab kebutuhan listrik nasional, pemerintah mencanangkan pembangunan dan pengembangan infrastruktur di bidang energi listrik melalui pengadaan pembangkit listrik sebesar 35 GW selama lima tahun ke depan (2015-2019). Total kebutuhan listrik di seluruh wilayah Maluku adalah 0,28 GW dan pengadaan listrik sebesar 0,26 GW akan ditangani oleh pihak PLN. Adapun sisanya, 0,02 GW akan ditangani melalui Independent Power Producer (IPP). Investasi pada bidang ini tentu sangat menguntungkan mengingat biaya tenaga kerja yang kompetitif di Asia, kemitraan yang sukses antara investor dengan PLN lima tahun terakhir dan adanya dukungan Pemerintah Indonesia melalui Daftar Investasi Negara tahun 2014. Selain itu Indonesia juga didukung oleh berlimpahnya pasokan batubara, energi matahari, tenaga air dan sumber daya panas bumi.

Upah Minimum Regional : Rp1,41 juta (2013), Rp1,41 juta (2014).

Jumlah Pencari Kerja : 38.698 jiwa (2013).


*) http://setkab.go.id.

Pemerintah Provinsi Maluku memberikan dukungan yang luas bagi tumbuhnya investasi. Salah satu bentuk nyata dari dukungan tersebut adalah dibentuknya layanan terpadu dalam konsultasi, pendampingan di lapangan dan penerbitan ijin penanaman modal (untuk saat ini penanaman modal dalam negeri) sebagai bentuk insentif non fiskal yang sangat dibutuhkan oleh investor. Alamat dan nomor telepon kantor pelayanan terpadu tersebut adalah sebagai berikut:


Badan Penanaman Modal Daerah Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Maluku

Jl. Pengeringan Pantai Waihaong No. 1 Ambon 97128

Telp. 0911-310165

Faks. 0911-351402

Email: adedrachman@gmail.com

Cp: Novi Marianti

Kantor Gubernur Provinsi Maluku

Jl. Raya Ptimura No.1

Telp. 0911-342460

Faks. 0911-342460

Website: http://www.malukuprov.go.id

Pertanian : Jagung, kedelai, nanas, pisang, ubi jalar, dan ubi kayu.

Perkebunan : Kakao, karet, kopi, kelapa, cengkeh, jambu mete, pala.

Peternakan : Sapi, babi, domba, kambing, kerbau, dan kuda.

Perikanan : Perikanan tangkap, budidaya kolam, budidaya laut, budidaya tambak.

Jasa : Wisata alam, wisata budaya.