Kep. Riau


Ibu Kota Propinsi : Tanjung Pinang.

Batas Wilayah :

Timur: Negara Malaysia Timur dan Provinsi Kalimantan Barat.

Barat: Negara Singapura, Malaysia dan Provinsi Riau.

Utara: Negara Vietnam dan Kamboja.

Selatan: Provinsi Sumatera Selatan dan Provinsi Jambi.

Letak Geografis : 0o29 Lintang Selatan dan 04o40’ Lintang Utara serta antara 103o22 109o4 Bujur Timur.

Luas Wilayah : 417.012,97 km2.

Populasi : 1.847.478 jiwa (2012), 1.861.373 jiwa (2013).

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) : Rp46,8 triliun (2012), Rp49,67 triliun (2013).

PDRB per Kapita : Rp47,01 juta (2012), Rp50,63 juta (2013)*.

Ekspor : US$45,3 miliar (2013), US$22,16 miliar (2014)**

Impor : US$6,64 miliar (2013), US$5,51 miliar (2014)**


*) Katalog PDRB Kabupaten/Kota di Indonesia 2009 – 2013, Badan Pusat Statistik. Tidak termasuk minyak bumi dan gas.

**) Katalog Indikator Ekonomi Provinsi Kepulauan Riau 2015, BPS Provinsi Kepri.

Infrastruktur :

Bandara : Bandara Dabo, Bandara Hang Nadim, Bandara Letung, Bandara Ranai, Bandara RH Fisabilillah, Bandara Seibati (Raja Haji Abdullah), Bandara Tambelan.

Jalan Raya : Jalan Negara (333,99 km), jalan Provinsi (679,49 km).

Pelabuhan : Pelabuhan Btu Ampar, Pelabuhan Dabo Singkep, Pelabuhan Kijang, Pelabuhan Moro, Pelabuhan Nongsa, Pelabuhan Pertamina Sambu, Pelabuhan PT ANTAM tbk, Pelabuhan PT Tambang Timah Kundur, Pelabuhan Pulau Sambu/Lumba, Pelabuhan Sekupang, Pelabuhan Sri Payung Batu Anam, Pelabuhan Tanjung Balai Karimun, Pelabuhan Batu Kundur, Pelabuhan Tanjung Pinang (Sri Bintan Pura), Pelabuhan Tanjung Uban.

Kawasan Industri : Batam Industrial Park, Bintang Industrial Park, Bintang Industrial Estate, Kabil Integrated Industrial Estate, Panbil Industrial Estate, Puri Industrial Park 2000, Tunas Industrial Estate, Union Industrial Park, West Point Maritime Industrial Park.

Transportasi Darat : N/A.

Transportasi Kota : N/A

.

Jaringan Komunikasi (Serat Optik & Akses Data) :

Bagi sebagian besar penyedia layanan jaringan data, Batam termasuk wilayah yang menjadi prioritas jaringan serat optik hingga ke skala rumah tangga. Ini karena Batam merupakan lokasi yang sangat strategis dan telah dikenal sebagai kawasan bisnis dekat Singapura. Dalam waktu dekat pembangunan jaringan serat optik nasional, yang akan menjangkau 440 kota/kabupaten di seluruh Indonesia akan segera mengintegrasikan jaringan yang sudah ada (existing network) dengan jaringan baru (new network). Ketersediaan infrastruktur jaringan telekomunikasi berkapasitas besar yang terpadu dapat memberikan jaminan kualitas internet dan komunikasi yang berkualitas tinggi, aman, dan murah dan pada gilirannya akan meningkatkan akselerasi pertumbuhan dan pemerataan pembangunan sosial ekonomi.*

Kelistrikan :

Total kebutuhan listrik di seluruh wilayah Sumatera adalah 8,7 GW dan pengadaan listrik sebesar 1,1 GW akan dikelola oleh PLN. Sementara sisanya, 7,6 GW akan ditangani melalui Independent Power Producer (IPP). Pemenuhan kebutuhan listrik nasional ini merupakan bagian dari rencana pengembangan dan pembangunan infrastruktur di bidang energi listrik melalui pengadaan pembangkit listrik sebesar 35 GW selama lima tahun ke depan (2015-2019). Investasi pada bidang ini tentu sangat menguntungkan mengingat biaya tenaga kerja yang kompetitif di Asia, kemitraan yang sukses antara investor dengan PLN lima tahun terakhir dan adanya dukungan Pemerintah Indonesia melalui Daftar Investasi Negara tahun 2014. Selain itu Indonesia juga didukung oleh berlimpahnya pasokan batubara, energi matahari, tenaga air dan sumber daya panas bumi.

Upah Minimum Regional : Rp1,36 juta (2013) , Rp1,66 juta (2014).

Jumlah Pencari Kerja : 59.554 jiwa (2013).

*) http://www.telkom.co.id

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau memberikan dukungan yang luas bagi tumbuhnya investasi. Salah satu bentuk nyata dari dukungan tersebut adalah dibentuknya layanan terpadu dalam konsultasi, pendampingan di lapangan dan penerbitan ijin penanaman modal (untuk saat ini penanaman modal dalam negeri) sebagai bentuk insentif non fiskal yang sangat dibutuhkan oleh investor. Alamat dan nomor telepon kantor pelayanan terpadu tersebut adalah sebagai berikut:


Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Kepulauan Riau Komplek Perkantoran Gubernur

Jl. Engku Putri No. 3-4 Tanjung Pinang

Telp. 0771 - 31447

Faks. 0771 - 8080031

Website: http://bpmpd.kepriprov.go.id

Kantor Gubernur Provinsi Kepulauan Riau

Jl. Basuki Rahmat, Tanjung Pinang

Telp. 0771 - 318562

Faks. 0771 - 318588

Website: http://www.kepriprov.go.id

Pertanian : Jagung, nanas, pisang, ubi jalar, dan ubi kayu.

Perkebunan : Karet, kelapa, cengkeh, lada.

Peternakan : Sapi, babi, kambing, kerbau.

Jasa : Wisata alam, wisata budaya.

Perikanan : Perikanan tangkap, budidaya kolam, budidaya laut, budidaya tambak.