Kalimantan Barat


Ibu Kota Propinsi : Pontianak.

Batas Wilayah :

Timur: Provinsi Kalimantan Timur.

Barat: Laut Natuna dan Selat Karimata.

Utara: Sarawak, Negara Bagian Malaysia.

Selatan: Provinsi Kalimantan Tengah dan Laut Jawa.

Letak Geografis : 2o08’ Lintang Utara, 3o02’ Lintang selatan, 108o30’ Bujur Timur dan 114o10’ Bujur Timur.

Luas Wilayah : 146.807 km2.

Populasi : 4.550.297 jiwa (2012), 4.641.393 jiwa (2013).

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) : Rp33,73 triliun (2012), Rp36,07 triliun (2013).

PDRB per Kapita : Rp16,42 juta (2012), Rp18,3 juta (2013)*.

Ekspor : US$1.348,61 juta (2013), US$651,99 juta (2014)**

Impor : US$498,24 juta (2013), US$500,26 juta (2014)**


*) Katalog PDRB Kabupaten/Kota di Indonesia 2009 – 2013, Badan Pusat Statistik. Tidak termasuk minyak bumi dan gas.

**) Katalog Statistik Perdagangan Luar Negeri Kalimantan Barat 2014, BPS Provinsi Kalbar.

Infrastruktur :

Bandara: Bandara Nangapinoh, Bandara Paloh, Bandara Pangsuma, Bandara Rahardi Oesman, Bandara Sanggoledo, Bandara Supadio, dan Bandara Susilo.

Jalan Raya: Jalan Negara (1.664,55 km), jalan Provinsi (1.562,3 km), jalan Kabupaten /Kota (15.217,22 km).

Pelabuhan: Pelabuhan Ketapang, Pelabuhan Telok Melano, Pelabuhan Pontianak, Pelabuhan Singkawang, Pelabuhan Telok Air dan Pelabuhan Merbau Paloh.

Kawasan Industri: Kawasan Bdc Entikong, Sanggau; Kawasan Indsutri Separuk, Sambas; Kawasan Paloh Sajingan, Kab Sambas; Kawasan Pengembangan Temajo Terpadu Pontianak dan Kawasan Tanahapuas Makmur Pontianak.

Transportasi Darat: N/A

Transportasi Kota: N/A

Jaringan Komunikasi (Serat Optik & Akses Data) :

Forum Kerjasama Revitalisasi dan percepatan pembangunan Regional Kalimantan (FKRP2RK) mengusulkan berbagai program pembangunan diantaranya pembangunan menara BTS dan serat optik, di samping berbagai infrastuktur lain seperti pembangunan outer ting road, pelabuhan utama, dll. Forum yang merupakan wujud tanggung jawab dan kepedulian Gubernur se-Kalimantan ini dimaksudkan untuk mensinergikan program atau kegiatan pembangunan Kementerian ataupun Lembaga pada bidang infrastruktur yang hingga saat ini masih menjadi permasalahan bersama di wilayah Kalimantan.*

Kelistrikan :

Dalam rangka menjawab kebutuhan listrik nasional, pemerintah mencanangkan pembangunan dan pengembangan infrastruktur di bidang energi listrik melalui pengadaan pembangkit listrik sebesar 35 GW selama lima tahun ke depan (2015-2019). Adapun total kebutuhan listrik di seluruh wilayah Kalimantan adalah 1,87 GW dan pengadaan listrik sebesar 0,92 GW akan ditangani oleh pihak PLN. Sementara sisanya, 0,95 GW akan ditangani melalui Independent Power Producer (IPP). Investasi pada bidang ini tentu sangat menguntungkan mengingat biaya tenaga kerja yang kompetitif di Asia, kemitraan yang sukses antara investor dengan PLN lima tahun terakhir dan adanya dukungan Pemerintah Indonesia melalui Daftar Investasi Negara tahun 2014. Selain itu Indonesia juga didukung oleh berlimpahnya pasokan batubara, energi matahari, tenaga air dan sumber daya panas bumi.

Upah Minimum Regional : Rp1,38 juta (2014), Rp1,56 juta (2015).

Jumlah Pencari Kerja : 8.538 jiwa (2013).**


*) http://www.kalbarprov.go.id.

**) Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memberikan dukungan yang luas bagi tumbuhnya investasi. Salah satu bentuk nyata dari dukungan tersebut adalah dibentuknya layanan terpadu dalam konsultasi, pendampingan di lapangan dan penerbitan ijin penanaman modal (untuk saat ini penanaman modal dalam negeri) sebagai bentuk insentif non fiskal yang sangat dibutuhkan oleh investor. Alamat dan nomor telepon kantor pelayanan terpadu tersebut adalah sebagai berikut:


Badan Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Kalimantan Barat

Jl. Ahmad Sood No.1 Pontianak

Tel: 0561-743491, 768002

Fax: 0561-768002, 769472, 760441

Email: bpmd_kalbar@yahoo.co.id

Cp: Tuti

Kantor Gubernur Provinsi Kalimantan Barat

Jl. A. Yani, Pontianak

Telp. 0561-736541, 732001

Faks. 0561-749702

Website: http://www.kalbarprov.go.id

Pertanian : Jagung, kedelai, nanas, pisang, ubi jalar, dan ubi kayu.

Perkebunan : Kelapa Sawit, karet, kakao, kopi, kelapa, lada.

Peternakan : Sapi, babi, domba, kambing, kerbau.

Jasa : Wisata alam, wisata budaya.

Perikanan : Perikanan tangkap, budidaya jaring apung, budidaya keramba, budidaya kolam, budidaya laut, budidaya sawah, budidaya tambak.