Daerah Istimewa Aceh


daerah istimewa aceh

Ibu Kota Propinsi : Banda Aceh.

Batas Wilayah :

Timur: Selat Malaka.

Barat: Samudera Indonesia.

Utara: Selat Malaka.

Selatan: Provinsi Sumatera Utara.

Letak Geografis : 01o 58’37,2” - 06o04’33,6” Lintang Utara dan 94o57’57,6” - 98o17’13,2” Bujur Timur.

Luas Wilayah : 56.770,81 km2 atau 5.677.081 hektar.

Populasi : 4.791.900 (2013).

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) : Rp36,6 triliun (2012), Rp38,01 triliun (2013).

PDRB per Kapita : Rp17,12 juta (2012), Rp18,52 juta (2013).*

Ekspor : Rp10,54 triliun (2013), Rp7,64 triliun (2014).**

Impor : Rp1,54 triliun (2013), Rp2,82 triliun (2014).**

Website: www.acehprov.go.id

*) Katalog PDRB Kabupaten/Kota di Indonesia 2009 – 2013, Badan Pusat Statistik. Tidak termasuk minyak bumi dan gas.

**) Katalog PDRB Menurut Pengeluaran Provinsi Aceh 2010-2014, BPS Provinsi Aceh.

Infrastruktur :

Bandara Udara: Bandara Alas Lauser, Bandara Bireun, Bandara Blangkejeran, Bandara Cut Nyak Dhien, Bandara Kuala Batu, Bandara Lasikin, Bandara Maimun Saleh, Bandara Malikul Saleh, Bandara Rembele, Bandara Singkil (Hamzah Fansuri), Bandara Sultan Iskandar Muda, dan Bandara Teuku Cut Ali

Jalan Raya: Jalan Negara (1.803,36 km), Jalan Provinsi (1.570,50 km) dan jalan Kabupaten/Kota (13.841,07 km).

Pelabuhan: 15 pelabuhan, antara lain Pelabuhan Dermaga Distrik Navigasi Sabang, Dermaga Khusus Perikanan Samudera Besar Sabang, Pelabuhan Calang, Pelabuhan Idi, Pelabuhan Khusus Balohan, Pelabuhan Khusus (Persero) Pertamina Sabang, Pelabuhan Khusus Singkil, Pelabuhan Khusus Tapaktuan, Pelabuhan Kuala Langsa Kantor, Pelabuhan Lhokseumawe, Pelabuhan MalahayatiKantor, Pelabuhan Meulaboh, Pelabuhan Sabang, Pelabuhan Sinabang, dan Pelabuhan Susoh.

Kawasan Industri: 10 kawasan industri, yaitu Kawasan Industri Agro dan Perikanan, Kawasan Industri Asia Blang , Kawasan Industri Asia Pasai, Kawasan Industri Bireun, Kawasan Industri Blang Ulam, Kawasan Industri Kelapa Terpadu, Kawasan Industri Kelapa Terpadu Timur (KITAT), Kawasan Industri Migas Pertambangan dan Energi, Kawasan Industri Pengolahan Rotan, dan Kawasan Industri UMKM Pisang Sale.

Transportasi Darat: N/A.

Transportasi Kota: N/A.

Jaringan Komunikasi (Serat Optik & Akses Data) :

Wilayah daratan Aceh, baik pesisir timur maupun pesisir barat Aceh, telah terhubung dengan jaringan pita lebar serat optik. Jalur timur, ruas Banda Aceh-Lhokseumawe-Langsa dan Medan sudah terhubung jaringan serat optik sepanjang 615 km. Sementara, jalur barat meliputi ruas Banda Aceh-Meulaboh-Tapaktuan-Singkil-Subulussalam dan Medan dengan panjang 887 km juga sudah terhubung jaringan pita lebar serat optik. Sedangkan wilayah tengah, meliputi dataran tinggi Gayo hingga Sumatera Utara, jaringan pita lebar serat optik masih dalam pembangunan. Pemerintah Provinsi Aceh telah mengajukan pembangunan jaringan pita lebar serat optik di kedua pulau terluar, Pulau Simeulue dan Pulau Weh. Selain mempermudah penyelenggaraan pemerintahan yang lebih baik, jaringan ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan perekonomian masyarakat.*

Kelistrikan

Kebutuhan listrik di Aceh dipasok melalui dua sistem, yaitu sistem interkoneksi melalui jaringan transmisi 195 MW, dan kedua melalui sistem isolated (75 MW). Saat ini kebutuhan listrik di Aceh masih bergantung pada pasokan listrik dari pembangkit listrik di Sumatera Utara yang memasok sebesar 165 MW. Beban puncak total sistem Aceh saat ini mencapai 270 MW yang dipasok oleh dua sistem interkoneksi sebesar 195 MW (dipasok oleh pembangkit di Sumatera bagian Utara sebesar 165 MW dan dari PLTD Leug Bata, Sigli dan Lhokseumawe sebesar 30 MW) dan Sistem Isolated 75 MW (dipasok dari PLTD Blang Keujeren, Takengon, Meulaboh dan Sabang). Dengan demikian, jumlah tenaga listrik yang dipasok pembangkit yang ada di wilayah Aceh hanya sebesar 105 MW, dimana masih terjadi defisit sebesar 165 MW jika terhenti pasokan dari Sumatera Bagian Utara. Peningkatan kapasitas listrik di Aceh untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari Sumatera Utara terus diupayakan melalui pemanfaatan sumber-sumber energi alternatif seperti hidro dan panas bumi. Potensi panas bumi yang dimiliki Aceh mencapai 1.115 MW, sedangkan hidro mencapai 1.482,50 MW.

Dua wilayah Potensi panas bumi yang direncanakan untuk dikembangkan menjadi pembangkit listrik yaitu, Seulawah Agam (1x55 MW) sedang dalam proses persiapan lelang dan Jaboi (2x7 MW) dalam tahap eksplorasi. Potensi hidro saat ini yang sedang dikembangkan dan sedang dalam proses konstruksi adalah PLTA Peusangan (2x43 MW).**

Upah Minimum Regional : Rp1,75 juta (2014), Rp1,9 juta (2015).

Jumlah Pencari Kerja : 125.547 orang (2013).

*) www.aceh.antaranews.com.

**) www.esdm.go.id.

Pemerintah Provinsi Aceh memberikan dukungan yang luas bagi tumbuhnya investasi. Salah satu bentuk nyata dari dukungan tersebut adalah dibentuknya layanan terpadu dalam konsultasi, pendampingan di lapangan dan penerbitan ijin penanaman modal (untuk saat ini penanaman modal dalam negeri) sebagai bentuk insentif non fiskal yang sangat dibutuhkan oleh investor. Alamat dan nomor telepon kantor pelayanan terpadu tersebut adalah sebagai berikut:

Badan Investasi dan Promosi Daerah Provinsi Aceh

Jl. Ahmad Yani No. 39 Banda Aceh 23122 – Indonesia

Telp: 0651 – 23170

Faks: 0651 – 23171

Email: investasi@acehprov.go.id

Website: http://acehinvestment.com

Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Provinsi Aceh

Jl. Tjut Nyak Arief No. 219, Banda Aceh

Telp: 0651 – 7554075

Faks: 0651 – 7551333

Email: bp2taceh@gmail.com

Website: https://e-perizinan.acehprov.go.id/index.php?content=index

Kantor Gubernur Provinsi Aceh – Biro Humas

Jl. Tjut Nyak Arief No. 219, Banda Aceh

Telp: 0651 – 7551377

Faks: 0651 – 7552307

Email: humas@acehprov.go.id

Website: www.acehprov.go.id

Pertanian : Jagung, ubi jalar, dan ubi kayu dan kedelai.

Perkebunan : Kelapa sawit, kakao, karet, tebu, kopi, kelapa, cengkeh, kapuk, kemiri, lada, pala, pinang, tembakau dan nilam.

Peternakan : Sapi, babi, domba, kambing, kerbau, dan kuda.

Perikanan : Perikanan tangkap, budidaya jaring apung, budidaya keramba, budidaya kolam, budidaya laut, budidaya sawah dan budi daya tambak.

Jasa : Wisata alam dan wisata budaya.