Opportunities by Sector



As a uniquely global business country at the heart of Asia, Indonesia plays host to a wide variety of business sectors.



Indonesia merupakan negara kelautan terbesar di dunia dengan ⅔ wilayahnya yang merupakan lautan yang terdiri dari kurang lebih dari 17.500 pulau. Melalui susunan geografis tersebut, Indonesia telah diakui secara internasional sebagai negara maritim pada UNCLOS 1982. Cakupan laut yang begitu luas memberikan Indonesia potensi kekayaan laut yang sangat besar, dan tentu memberikan modal besar bagi Indonesia dalam mendukung pertumbuhan ekonomi negara.

Potensi ekonomi dari laut Indonesia sangat luas dan besar. Data dari Food and Agriculture Organization pada 2012 menyebutkan bahwa Indonesia berada di peringkat ketiga terbesar di dunia dalam produksi perikanan dan perairan Indonesia menyimpan sekitar 70% potensi minyak karena sekitar 40 cekungan minyak berada di perairan Indonesia ditambah lagi dengan berbagai kekayaan hayati dan non-hayati lainnya yang dimiliki laut Indonesia yang dapat memberi kontribusi besar dalam perekonomian negara.


Roadmap Pengembangan Klaster Industri Prioritas 2010-2014

Roadmap Industri Perkapalan

2010-2014

• Meningkatnya jumlah dan kemampuan industri perkapalan/galangan kapal nasional dalam pembangunan kapal sampai dengan kapasitas 150.000 DWT.

• Meningkatnya produktivitas industri perkapalan/galangan kapal nasional dengan semakin pendeknya delivery time maupun docking days.

2010-2025

• Adanya galangan kapal nasional yang memiliki fasilitas produksi berupa building berth/graving dock yang mampu membangun kapal dan mereparasi kapal/docking repair sampai dengan kapasitas 300.000 DWT untuk memenuhi kebutuhan di dalam maupun luar negeri (world class industry).

• Meningkatnya kemampuan industri perkapalan/galangan kapal nasional dalam membangun kapal untuk berbagai jenis dan ukuran seperti Korvet, Frigate, Cruise Ship, LPG Carrier dan kapal khusus lainnya.

• Meningkatnya pertumbuhan dan perkembangan industri komponen kapal nasional untuk mampu men-supply kebutuhan komponen kapal dalam negeri.

• Pusat Desain dan Rekayasa Kapal Nasional (PDRKN)/National Ship Design and Engineering Centre (NaSDEC) semakin berkembang dan semakin kuat dalam mendukung industri perkapalan/galangan kapal nasional.


Struktur Komponen Galangan Kapal

Mayoritas 70% dari konsumsi bahan untuk industri galangan kapal di Indonesia masih diimpor.


Lokasi Potensial Industri Galangan Kapal di Indonesia


RIAU (UNTUK PERBAIKAN)

Keuntungan: Frekuensi pelayaran kapal komersial yang tinggi yang membawa minyak bumi dan produk-produk pertanian


KEPULAUAN RIAU (UNTUK PERBAIKAN DAN PEMBANGUNAN)

Keuntungan: Batam dan Bintan, telah memiliki banyak industri pembangunan dan perbaikan kapal


SUMATERA SELATAN (UNTUK PERBAIKAN)

Keuntungan: Meningkatnya frekuensi pelayaran melalui Pelabuhan Tanjung Api-Api


LAMPUNG (UNTUK PERBAIKAN DAN PEMBANGUNAN)

Keuntungan: Tanggamus, memiliki laut dalam yang baik dan terhindar dari sapuan ombak tinggi


KALIMANTAN BARAT (UNTUK PERBAIKAN)

Keuntungan: Pembangunan Pelabuhan Internasional di Pulau Temajo


JAWA TENGAH (UNTUK PERBAIKAN DAN PEMBANGUNAN)

Keuntungan: Wilayah Kendal sebagai lokasi alternatif untuk industri pembangunan dan perbaikan galangan kapal yang telah digusur oleh PT Pelindo II


JAWA TIMUR (UNTUK PERBAIKAN DAN PEMBANGUNAN)

Keuntungan: Wilayah Lamongan merupakan lokasi potensial untuk industri galangan kapal didukung oleh industri yang sudah ada sebelumnya, yaitu PT PAL Indonesia


SULAWESI UTARA (UNTUK PERBAIKAN DAN PEMBANGUNAN)

Keuntungan: Wilayah Bitung, memiliki berbagai industri pembangunan dan perbaikan kapal yang berlokasi di jalur strategis pelayaran internasional


PAPUA (UNTUK PERBAIKAN DAN PEMBANGUNAN)

Keuntungan: Memiliki laut dalam yang baik untuk industri galangan kapal dengan DWT yang besar


Industri kelautan dan perikanan Indonesia mengalami pertumbuhan yang pesat selama lima tahun terakhir. Selain karena kecenderungan kebutuhan bahan makanan yang inovatif dari kelas menengah, Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar dengan lebih dari 17 ribu pulaunya yang turut mendorong peningkatan industri ini. Karakter kepulauan dan perairan yang kaya akan hasil laut menjadi modal besar bagi pemerintah untuk mendorong industri perikanan dapat menjadi salah satu kekuatan perekonomian.

Potensi ini dapat dilihat dari areal kemaritiman Indonesia yang mencapai 5,8 juta km2, setara dengan 0,3 juta km2 perairan, 2,8 juta km2 perairan dalam dan kepulauan, dan 2,7 juta km2 Zona Ekonomi Eksklusif. Hasil budidaya perikanan juga menunjukkan potensi yang sangat besar. Di tahun 2014, produksi budidaya perikanan sekitar 14 juta ton, sementara ikan dari tangkapan liar mencapai sekitar 6 juta ton. Ini merupakan kombinasi permintaan pasar domestik dan potensi pasar ekspor sebagai peluang yang signifikan dalam industri perikanan Indonesia.

Potensi Investasi :

> Investasi dalam penyimpanan dingin, logistik khusus dan pemrosesan hasil produksi untuk menampung hasil tangkapan, termasuk pengolahan hilir.

> Industri yang relatif baru dengan produktivitas masih rendah.

> Indonesia merupakan importir makanan untuk ikan atau pelet dalam jumlah besar. Mengembangkan budidaya perikanan akan membuka kesempatan investasi untuk mendukung produksi perikanan.

> Permintaan domestik untuk produk perikanan kemungkinan akan terus meningkat karena konsumsi per kapita masih relatif rendah.

Dukungan Pemerintah :

* Komitmen pemerintah untuk meningkatkan investasi pada proyek infrastruktur seperti pelabuhan baru, jalan baru dan kereta api untuk mendukung industri perikanan dan logistik.

* Sejak 2008, pemerintah telah mendorong penangkapan ikan terpadu, memungkinkan investor asing untuk membangun pabrik pengolahan ikan atau membangun kemitraan dengan perusahaan lokal yang beroperasi di industri pengolahan.

* Pemerintah telah membentuk 12 Unit Pelayanan Teknis di seluruh kepulauan yang menyediakan dukungan untuk perikanan industri, termasuk: rekayasa teknologi budidaya inovatif, penanganan pembiakan peternakan ikan, serta bantuan teknis dalam pengelolaan lingkungan yang baik.

* Pembentukan “minapolitan” (zona ekonomi) yang terdiri dari produksi dan pusat perdagangan untuk hasil produk kelautan dan perikanan, serta kompleks perumahan untuk nelayan. Konsep “minapolitan” ini berbasis pendekatan pengembangan perikanan wilayah yang menjunjung tinggi prinsip-prinsip integrasi, efisiensi, kualitas dan akselerasi industrialisasi perikanan.