The Site for Direct investors

IIPC Sydney, Australia

News & Event


Jakarta, April 14, 2016
Investor Australia Minati Investasi Jasa Pengerukan Senilai US$ 20 Juta

Perkembangan investasi sektor infrastruktur membuka peluang bagi investasi jasa penunjang seperti pengerukan baik itu untuk pendalaman dasar sungai, pelabuhan atau reklamasi bekas galian tambang. Investor asal Australia yang berkantor pusat di Goldcoast, negara bagian Queensland menyatakan minat investasi di bidang infrastruktur ini. Untuk menunjukkan keseriusan minat tersebut, investor telah menyiapkan dana sebesar US$ 20 juta (sekitar Rp 250 miliar dengan asumsi kurs Rp 12.500 per dolar AS).

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani menyampaikan bahwa pihaknya menerima laporan mengenai minat investasi dari investor Australia dari kantor perwakilan BKPM di Sydney. “Melihat skala investasi yang diminati, investor akan diarahkan untuk memanfaatkan layanan investasi 3 jam,” ujarnya dalam keterangan resmi kepada Beritadaerah.co.id, Rabu (13/4).

Menurut Franky, perusahaan ingin berkontribusi pada percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia mendukung proyek pemerintah Indonesia dalam pembangunan 24 pelabuhan dalam program tol laut yang dicanangkan oleh pemerintah. “Dengan minat untuk dalam bidang usaha dredging (jasa kontraktor pengerukan) maupun dredging vessel (galangan kapal pembuatan/reparasi kapal keruk) akan berkontribusi positif pada upaya untuk mendorong investasi di sektor infrastruktur,” jelasnya.

Lebih lanjut Franky mengemukakan bahwa apabila investor Australia tersebut menyampaikan aplikasinya melalui layanan investasi 3 jam, maka investor tersebut akan menjadi investor yang kedua dari Australia yang memanfaatkan layanan investasi 3 jam. “Mereka akan menjadi yang kedua, sebelumnya adalah investor Australia produsen tas dan koper yang join venture dengan investor asal Taiwan,” paparnya.

Sri Moertiningroem selakuDirektur kantor perwakilan BKPM di Sydney (IIPC) menyambut baik rencana investasi tersebut, yang akan menggandeng lokal partner dari Indonesia sehingga diharapkan akan ada transfer teknologi dan peningkatan kapasitas pengoperasian kapal pengeruk dalam negeri. “Dengan kerjasama maka diharapkan terjadi sharing of knowledge serta sinergi yang baik antara investor asing dengan pelaku usaha dalam negeri,” imbuhnya.

Kantor perwakilan BKPM di Sydney akan terus mendorong dan memasarkan peluang-peluang investasi Indonesia terutama dari sektor-sektor prioritas pemerintah kepada perusahaan di Australia.

Sumber: Beritadaerah.co.id